Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 22
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 22 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
من لم يكن يعلم ذا
siapa yang belum mengetahui hal ini
فليسأل
maka hendaklah bertanya
من لم يجد معلما
siapa yang tidak menemukan pengajar
فليرحل
maka hendaklah melakukan perjalanan
Terjemahan bait 22

Siapa yang belum mengetahui hal ini hendaklah bertanya; siapa yang tidak menemukan pengajar hendaklah melakukan perjalanan.

Syarah · keterangan lengkap

Mengakui belum tahu

Kata dza merujuk pada tuntunan yang baru diterangkan: niat, keikhlasan, dan kesesuaian amal. Orang yang belum memahami tidak diminta menebak. Bertanya merupakan bagian dari tanggung jawab beragama. Ia lebih baik daripada melakukan ibadah secara sembarang atau menyampaikan jawaban yang belum dikuasai hanya untuk menjaga gengsi.

Kesungguhan mencari pengajar

Perjalanan menggambarkan kesediaan mengerahkan usaha ketika ilmu yang diperlukan belum ada di dekatnya. Pada masa kini, akses dapat berupa menghadiri majelis, menghubungi guru, atau belajar melalui media yang dapat dipercaya. Sarana daring memudahkan, tetapi tidak semua potongan video dan pesan berantai memiliki bobot ilmiah yang sama. Pilih pengajar yang kompeten pada bidangnya dan mampu menjelaskan sumber serta batas jawabannya.

Cara bertanya yang bermanfaat

Sampaikan masalah dengan jujur dan cukup rinci. Pertanyaan “air saya sah dipakai atau tidak?” perlu dilengkapi informasi yang relevan, seperti apa yang bercampur dan apakah sifat air berubah. Jangan menambah dugaan seolah-olah fakta. Bila beberapa jawaban berbeda karena mazhab atau kondisi, minta penjelasan perbedaannya. Kesungguhan mencari ilmu tetap memperhatikan kemampuan dan tanggung jawab; bait ini bukan perintah meninggalkan tanggungan keluarga tanpa pengaturan, melainkan dorongan agar kebutuhan ilmu tidak diremehkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

من لم يكن يعلم ذا فليسأل

من isim syarat. لم يكن rangkaian penafian dengan كان; يعلم menjadi khabarnya dan ذا objek berupa isim isyarah. ف menghubungkan jawab syarat; لام الأمر menjazmkan يسألْ, dengan kasrah sambungan/rima pada bacaan nazam.

من لم يجد معلما فليرحل

من memulai syarat kedua. يجدْ majzum setelah لم dan معلماً objeknya. فليرحل terdiri dari fa jawab, lam perintah, dan fi‘il mudhari‘ majzum: hendaklah ia pergi mencari pengajaran.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

معلما

Akar
ع ل م
Pola / bentuk
مُفَعِّل

Isim fa‘il dari عَلَّمَ: orang yang mengajar. Bedakan dari مُعَلَّم, orang yang diajar.

ليرحل

Akar
ر ح ل
Pola / bentuk
لِـ + يَفْعَلْ

Fi‘il mudhari‘ yang memperoleh makna perintah melalui lam. Bentuk dasar رَحَلَ menunjukkan berangkat atau bepergian.

Hubungan bait

ذا menunjuk pengetahuan yang diperlukan agar amal sesuai tuntunan dalam bait 21. Pengarang lalu menyebut usaha aktif mencari jawaban dan guru.

Intisari & faedah
  1. Ketidaktahuan diatasi dengan bertanya.
  2. Mencari guru memerlukan usaha sesuai keadaan dan kemampuan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar tidak memahami cara membersihkan najis yang ditemuinya.

Cara memahami

Ia bertanya kepada pengajar yang kompeten dan menyebutkan keadaan kasusnya dengan jelas.

Batas penerapan

Tidak semua jawaban singkat dari sumber anonim setara dengan bimbingan yang dapat diperiksa.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS An-Nahl 16:43

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًۭا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Inti makna

Perintah bertanya kepada orang yang mempunyai pengetahuan ketika tidak mengetahui, dalam konteks penjelasan tentang para rasul.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan bertanya kepada orang yang mengetahui ketika tidak mengetahui.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang membuat يسأل dan يرحل bermakna perintah?

Lihat pembahasan jawaban

Lam perintah yang mendahului kedua fi‘il, setelah fa penghubung jawab syarat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

من لم يكن يعلم ذا

siapa yang belum mengetahui hal ini

فليسأل

maka hendaklah bertanya

من لم يجد معلما

siapa yang tidak menemukan pengajar

فليرحل

maka hendaklah melakukan perjalanan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مَن لم يكن يعلمُ ذا فليسألِ

Buka penggal 2

مَن لم يَجِد مُعَلِّمَا فليرحَلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 22 — Bertanya dan mencari guruNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan