Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 220
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waktu salat dan keutamaannya · Bait 220 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والوقت يبقى
dan waktu itu tetap berlangsung
في القديم الأظهر
menurut pendapat lama yang lebih kuat
إلى العشاء
sampai Isya
بمغيب الأحمر
dengan hilangnya senja merah
Terjemahan bait 220

Waktu Magrib tetap berlangsung menurut pendapat lama yang lebih kuat, sampai masuk Isya ketika senja merah menghilang.

Syarah · keterangan lengkap

Pendapat lama yang dipilih

Qadim adalah istilah bagi pendapat lama Imam asy-Syafi‘i. Penyebutannya tidak berarti setiap pendapat lama pasti ditinggalkan; dalam masalah tertentu ulama mazhab menilai dalilnya lebih kuat untuk diamalkan. Matan memilih keberlangsungan waktu Magrib sampai hilangnya syafaq merah, dan secara terbuka menyebut latar pilihan tersebut.

Senja merah sebagai tanda

Al-ahmar menunjuk syafaq atau cahaya merah setelah matahari terbenam. Ketika warna merah itu hilang, waktu Isya masuk. Ini berbeda dari awal Magrib yang bergantung pada hilangnya bulatan matahari. Dengan demikian dua peristiwa di langit menghasilkan dua batas waktu yang berbeda, walaupun sama-sama berkaitan dengan petang.

Tetap memahami keutamaan awal waktu

Rentang Magrib yang lebih panjang tidak mengubah anjuran menjaga salat pada awal waktunya. Pembahasan ini terutama mencegah anggapan bahwa setiap Magrib yang tidak dilakukan segera sesudah azan pasti telah menjadi qada. Tempat dengan kondisi langit tidak biasa mempunyai pembahasan penaksiran tersendiri; jadwal lokal yang tepercaya membantu penerapan sesuai keadaan tempat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والوقت يبقى في القديم الأظهر

الوقت mubtada, يبقى khabar; في القديم الأظهر menerangkan pendapat fikih yang dipilih.

إلى العشاء بمغيب الأحمر

إلى العشاء batas akhir; بمغيب الأحمر menjelaskan tanda masuk Isya, dengan الشفق dipahami sebelum sifat الأحمر.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يبقى

Akar
ب ق ي
Pola / bentuk
يَفْعَلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ بقي, tetap berlangsung.

مغيب

Akar
غ ي ب
Pola / bentuk
مَفْعِل dengan i‘lal

Masdar mimi yang menunjukkan hilang atau terbenamnya cahaya senja.

Hubungan bait

Bait menjelaskan akhir Magrib pada 219 dan awal Isya yang rentangnya dilanjutkan pada 221–222.

Intisari & faedah
  1. Pendapat qadim tertentu dapat dipilih kuat dalam mazhab.
  2. Hilangnya senja merah menandai awal Isya, berbeda dari terbenamnya matahari.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengira istilah qadim selalu berarti pendapat yang tidak boleh dipakai.

Cara memahami

Ia melihat bahwa matan justru memilih pendapat itu dalam perpanjangan waktu Magrib.

Batas penerapan

Penilaian pendapat dilakukan per masalah dan melalui penjelasan ulama mazhab.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 612a

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

فإذا صليتم العشاء فإنه وقت إلى نصف الليل

Inti makna

Riwayat menyebut waktu Isya sampai pertengahan malam dan batas salat lain dalam sumber lengkap. Pembagian ikhtiyar dan jawaz perlu dibaca dalam syarah, bukan menyamakan petikan ini dengan batas fajar.

Kaitan dengan bait

Hadis menyatakan waktu Magrib selama syafaq belum hilang; mendukung pembahasan batas yang dipilih matan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan tanda masuk Magrib dan masuk Isya?

Lihat pembahasan jawaban

Magrib masuk saat matahari terbenam; Isya saat senja merah menghilang menurut matan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والوقت يبقى

dan waktu itu tetap berlangsung

في القديم الأظهر

menurut pendapat lama yang lebih kuat

إلى العشاء

sampai Isya

بمغيب الأحمر

dengan hilangnya senja merah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والوَقْتُ يبقَى في القَدِيمِ الأظْهَرِ

Buka penggal 2

إلى العِشَاءِ بمَغِيبِ الأَحْمَرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 220 — Akhir Magrib dan hilangnya senja merahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan