Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 221 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وغاية العشاء
- dan batas akhir Isya
- فجر يصدق
- fajar yang sejati
- معترض
- melintang
- يضيء منه الأفق
- yang menerangi ufuk
Terjemahan bait 221
Batas akhir Isya ialah fajar yang sejati, melintang dan menerangi ufuk.
Syarah · keterangan lengkap
Akhir waktu menurut matan
Matan menetapkan akhir keseluruhan waktu Isya pada terbitnya fajar shadiq. Syarah membedakan batas ini dari waktu pilihan yang lebih awal. Karena ada riwayat tentang pertengahan malam dan pembagian waktu yang ditafsirkan ulama, pelajar perlu mengenali bahwa rincian ini mengikuti mazhab pengarang, bukan menghapus seluruh perbedaan pendapat tentang akhir Isya.
Fajar yang melintang
Fajar shadiq digambarkan sebagai cahaya yang menyebar mendatar di ufuk timur, kemudian semakin terang. Ia dibedakan dari cahaya fajar kadzib yang tidak menandai masuknya Subuh. Penjelasan tanda membantu mengerti dasar ibadah, tetapi pengamatan dapat terhalang cuaca, bangunan, dan cahaya kota sehingga jadwal setempat tetap berguna.
Satu tanda untuk dua batas
Terbitnya fajar sejati sekaligus mengakhiri waktu Isya dalam matan dan memulai Subuh pada bait berikut. Tanda ini juga penting pada bab puasa. Jangan menggunakan cahaya lampu atau perkiraan jam semata sebagai tanda fajar. Rentang sampai fajar tidak berarti pembaca dianjurkan sengaja menunda Isya hingga hampir Subuh; keutamaan waktunya dipelajari pada 222 dan 224.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وغاية العشاء فجر يصدق
غاية العشاء mubtada; فجر khabar, يصدق sifat yang menjelaskan jenis fajar.
معترض يضيء منه الأفق
معترض sifat fajar; يضيء منه الأفق menerangkan cahaya yang tampak pada ufuk.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Awal Isya pada 220 disambung dengan akhir waktunya; tanda yang sama membuka Subuh pada 222–223.
Intisari & faedah
- Fajar shadiq dikenali dari cahaya yang melintang di ufuk.
- Akhir keseluruhan waktu dibedakan dari waktu pilihan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar menemukan hadis tentang setengah malam dan matan tentang fajar.
Cara memahami
Ia membaca cara ulama mazhab membagi waktu pilihan dan waktu jawaz dalam syarah.
Batas penerapan
Tidak mengklaim satu kalimat menghapus perbedaan pembahasan ulama.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 612a
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإذا صليتم العشاء فإنه وقت إلى نصف الليل
Inti makna
Riwayat menyebut waktu Isya sampai pertengahan malam dan batas salat lain dalam sumber lengkap. Pembagian ikhtiyar dan jawaz perlu dibaca dalam syarah, bukan menyamakan petikan ini dengan batas fajar.
Kaitan dengan bait
Riwayat menyebut pertengahan malam; perlu dibaca bersama syarah tentang kategori waktu, bukan diklaim menyebut batas fajar secara langsung.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa sifat fajar yang menandai masuk Subuh?
Lihat pembahasan jawaban
Cahayanya melintang di ufuk dan berlanjut semakin terang, yaitu fajar shadiq.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وغاية العشاء
dan batas akhir Isya
فجر يصدق
fajar yang sejati
معترض
melintang
يضيء منه الأفق
yang menerangi ufuk
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وغايَةُ العِشَاءِ فَجرٌ يَصدُقُ
Buka penggal 2
مُعتَرِضٌ يُضِيءُ مِنهُ الأُفُقُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 221 — Fajar sejati sebagai akhir waktu IsyaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.