Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 222 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- واختير للثلث
- dan dipilih sampai sepertiga malam
- وجوزه إلى صادق فجر
- dan bolehkan sampai fajar sejati
- وبه قد دخلا
- dan dengan itu telah masuk
Terjemahan bait 222
Waktu pilihan sampai sepertiga malam; boleh sampai fajar sejati, dan dengan fajar itu telah masuk—
Syarah · keterangan lengkap
Sepertiga malam sebagai kategori pilihan
Matan menyebut sepertiga malam untuk waktu ikhtiyar Isya. Sepertiga yang dimaksud dihitung dari rentang malam, bukan selalu pukul tertentu pada jam dinding. Karena panjang malam berbeda menurut tempat dan musim, angka jam yang sama tidak otomatis mewakili sepertiga malam di setiap lokasi.
Jawaz lebih luas daripada ikhtiyar
Bagian kedua memperbolehkan pelaksanaan sampai fajar shadiq menurut pembagian mazhab yang diterangkan. Jawaz menjelaskan keluasan rentang hukum; ikhtiyar menjelaskan bagian yang dipilih. Memahami istilah ini penting agar pembaca tidak mengubah batas keutamaan menjadi vonis bahwa seluruh salat sesudahnya pasti tidak sah atau langsung qada.
Kalimat Subuh tersambung
Dhamir bihi menunjuk fajar shadiq. Subjek yang masuk, yaitu Subuh, baru muncul di awal 223. Saat menghafal, sambungkan dua bait agar maknanya tidak menggantung. Perencanaan Isya tetap memperhatikan kemampuan bangun, kegiatan keluarga, dan menjaga salat dari kelalaian. Luasnya waktu tidak dijadikan alasan mengulang kebiasaan menunda sampai terancam keluar waktu.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
واختير للثلث
اختير pasif dengan waktu pilihan dipahami; للثلث memberi batas sepertiga malam dalam syarah.
وجوزه إلى صادق فجر وبه قد دخلا
جوزه perintah menetapkan kebolehan; به kembali kepada fajar, sedangkan الصبح pada 223 melengkapi فاعل دخل.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Pembagian Isya menguraikan 221 dan membuka kalimat Subuh yang selesai pada 223.
Intisari & faedah
- Sepertiga malam bukan satu jam tetap untuk semua lokasi.
- Waktu jawaz dan ikhtiyar mempunyai fungsi penjelasan yang berbeda.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang memakai pukul yang sama sebagai batas sepertiga malam sepanjang tahun.
Cara memahami
Ia memahami perlunya menghitung rentang malam setempat.
Batas penerapan
Pembahasan ini tidak mengharuskan salat ditunda sampai sepertiga malam.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sunan Abu Dawud 393
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
أمني جبريل عليه السلام عند البيت مرتين
Inti makna
Jibril mengimami Nabi dalam pengajaran waktu-waktu salat pada dua kesempatan.
Kaitan dengan bait
Riwayat pengajaran waktu oleh Jibril menyebut Isya pada sepertiga malam; perpanjangan jawaz dibahas melalui syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa sepertiga malam tidak selalu sama dengan satu jam tertentu?
Lihat pembahasan jawaban
Karena panjang malam berubah menurut tempat dan waktu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
واختير للثلث
dan dipilih sampai sepertiga malam
وجوزه إلى صادق فجر
dan bolehkan sampai fajar sejati
وبه قد دخلا
dan dengan itu telah masuk
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
واخْتِيرَ للثُّلْثِ وجَوِّزْهُ إلى
Buka penggal 2
صادِقِ فَجرٍ وبه قَد دَخَلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 222 — Waktu pilihan Isya dan masuk SubuhNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.