Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 223
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waktu salat dan keutamaannya · Bait 223 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
الصبح
Subuh
واختير إلى الإسفار
dan waktu pilihan sampai terang
جوازه يبقى
waktu bolehnya tetap berlangsung
إلى الإدبار
sampai malam berlalu dengan terbit matahari
Terjemahan bait 223

Subuh; waktu pilihannya sampai terang, sedangkan waktu bolehnya berlangsung sampai munculnya matahari.

Syarah · keterangan lengkap

Awal Subuh dari bait sebelumnya

Kata Subuh menyelesaikan kalimat bahwa waktunya masuk dengan fajar shadiq. Awal Subuh tidak menunggu matahari terlihat, dan tidak pula dimulai hanya karena langit mendapat sedikit cahaya buatan. Tanda fajar pada 221 membantu memahami peralihan dari malam menuju waktu salat pagi.

Terang sebelum matahari terbit

Isfar berarti bertambah terang. Matan menjadikannya batas waktu pilihan, sementara rentang kebolehan masih berjalan sampai awal terbit matahari. Syarah merinci bagian-bagian keutamaan dan kemakruhan penundaan. Dengan demikian ada perbedaan antara langit sudah terang dan matahari benar-benar mulai muncul; keduanya tidak boleh dipertukarkan ketika menilai waktu Subuh.

Tidak memanjangkan sampai matahari tinggi

Akhir waktu bukan ketika matahari sudah naik tinggi, melainkan ketika mulai terbit. Terbit matahari juga membuka salah satu waktu larangan salat sunah tertentu pada pembahasan berikut. Untuk praktik sehari-hari, bedakan jadwal Subuh dan jadwal terbit yang tercantum terpisah. Jika benar-benar tertidur atau lupa, ketentuan pelaksanaan sesudahnya dibaca pada bait uzur dan qada.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 68. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

الصبح واختير إلى الإسفار

الصبح melengkapi دخل pada 222; اختير إلى الإسفار menjelaskan waktu pilihan.

جوازه يبقى إلى الإدبار

جوازه mubtada, يبقى khabar; إلى الإدبار batas berlalunya malam dengan awal terbit matahari menurut syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الإسفار

Akar
س ف ر
Pola / bentuk
إِفْعَال

Masdar أسفر, menjadi terang.

الإدبار

Akar
د ب ر
Pola / bentuk
إِفْعَال

Masdar أدبر, berlalu atau membelakangi; di sini malam yang berakhir.

Hubungan bait

Bait menyelesaikan waktu lima salat dan mengantar keutamaan awal waktu pada 224 serta larangan sesudah Subuh pada 227.

Intisari & faedah
  1. Subuh dimulai dengan fajar shadiq dan berakhir ketika matahari mulai terbit.
  2. Langit terang belum tentu sama dengan matahari sudah terbit.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membaca dua jam berbeda pada jadwal: Subuh dan terbit.

Cara memahami

Ia memahami bahwa keduanya menunjukkan awal dan akhir rentang Subuh.

Batas penerapan

Jangan menunggu matahari naik tinggi untuk menganggap waktu Subuh berakhir.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 612a

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

فإذا صليتم العشاء فإنه وقت إلى نصف الليل

Inti makna

Riwayat menyebut waktu Isya sampai pertengahan malam dan batas salat lain dalam sumber lengkap. Pembagian ikhtiyar dan jawaz perlu dibaca dalam syarah, bukan menyamakan petikan ini dengan batas fajar.

Kaitan dengan bait

Riwayat menyebut akhir Subuh ketika bagian awal matahari terbit.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah akhir Subuh menunggu matahari naik setinggi tombak?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Subuh berakhir ketika matahari mulai terbit.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

الصبح

Subuh

واختير إلى الإسفار

dan waktu pilihan sampai terang

جوازه يبقى

waktu bolehnya tetap berlangsung

إلى الإدبار

sampai malam berlalu dengan terbit matahari

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

الصُّبْحُ واخْتِيرَ إلى الاِسْفَارِ

Buka penggal 2

جوازُهُ يَبقَى إلى الإِدبَارِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 223 — Rentang waktu SubuhNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan