Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 224 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- يندب تعجيل الصلاة
- disunahkan menyegerakan salat
- في الأول
- pada awal waktu
- إذ أول الوقت
- ketika awal waktu
- بالأسباب اشتغل
- mulai mengerjakan persiapannya
Terjemahan bait 224
Disunahkan menyegerakan salat pada awal waktu, dengan mulai mengerjakan persiapannya pada awal waktu.
Syarah · keterangan lengkap
Keutamaan sesudah mengetahui batas
Sesudah lima waktu dijelaskan, matan menyebut anjuran mengerjakan salat di awal waktunya. Anjuran ini membantu membangun kebiasaan menjaga ibadah sebelum kesibukan menumpuk. Akan tetapi awal waktu dipahami dengan persiapan yang diperlukan, bukan tuntutan menyelesaikan semua gerakan seketika pada detik pertama waktu masuk.
Persiapan termasuk pelaksanaan anjuran
Bersuci, menutup aurat, memastikan arah, dan azan merupakan sebab atau persiapan salat. Orang yang mulai mengerjakan persiapan itu secara wajar pada awal waktu tetap termasuk menyegerakan menurut penjelasan syarah. Tidak diperlukan ketergesaan yang merusak wudu, bacaan, atau tumakninah demi mengejar ukuran waktu yang dibuat sendiri.
Ada keadaan yang diperinci
Syarah memberi ruang bagi kebutuhan singkat seperti memastikan waktu dan memperoleh air. Bait 225–226 kemudian menyebut ibraad dalam panas berat dengan syarat tertentu. Maka keutamaan awal waktu dipelajari bersama pengecualian yang beralasan. Tujuannya menjaga ibadah dengan baik, bukan membuat pembaca merasa setiap persiapan normal merupakan keterlambatan yang tercela.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 69. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
يندب تعجيل الصلاة في الأول
يندب pasif, تعجيل نائب الفاعل; في الأول menerangkan awal waktu.
إذ أول الوقت بالأسباب اشتغل
أول الوقت keterangan waktu, بالأسباب berhubungan dengan اشتغل; subjek pelaku dipahami dari konteks.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Setelah batas waktu 217–223, dijelaskan keutamaan pelaksanaannya dan pengecualian ibraad pada 225–226.
Intisari & faedah
- Persiapan wajar pada awal waktu termasuk cara menyegerakan salat.
- Keutamaan waktu tidak membenarkan menghilangkan tumakninah.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang mulai berwudu ketika waktu masuk dan salat sesudah menutup aurat dengan baik.
Cara memahami
Ia telah menjalankan persiapan awal waktu sebagaimana diterangkan syarah.
Batas penerapan
Tidak perlu tergesa hingga pembasuhan atau rukun salat tidak sempurna.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 527
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
الصلاة على وقتها
Inti makna
Salat pada waktunya disebut sebagai amal yang dicintai Allah dalam jawaban Nabi.
Kaitan dengan bait
Hadis menempatkan salat pada waktunya di antara amal yang paling dicintai; rincian persiapan dijelaskan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah mulai berwudu pada awal waktu berarti sudah kehilangan seluruh keutamaan menyegerakan?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Persiapan yang wajar termasuk dalam penjelasan menyegerakan salat.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يندب تعجيل الصلاة
disunahkan menyegerakan salat
في الأول
pada awal waktu
إذ أول الوقت
ketika awal waktu
بالأسباب اشتغل
mulai mengerjakan persiapannya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
يُنْدَبُ تَعجيلُ الصَّلاةِ في الأُوَلْ
Buka penggal 2
إذ أَوَّلَ الوقتِ بالاسبَابِ اشْتَغَلْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 224 — Menyegerakan salat dengan persiapan wajarNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.