Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu salat dan keutamaannya · Bait 225 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وسن الإبراد
- dan disunahkan menunggu lebih sejuk
- بفعل الظهر
- dalam melaksanakan Zuhur
- لشدة الحر
- karena panas yang berat
- بقطر الحر
- di daerah panas
Terjemahan bait 225
Disunahkan mengakhirkan pelaksanaan Zuhur hingga lebih sejuk karena panas yang sangat berat di daerah panas.
Syarah · keterangan lengkap
Makna ibraad
Ibraad adalah menunda pelaksanaan Zuhur sampai terik berkurang dalam keadaan yang memenuhi syarat. Ia bukan menunggu hingga cuaca menjadi dingin, dan bukan memindahkan Zuhur ke luar waktunya. Syarah mengaitkannya dengan tersedianya naungan yang membantu perjalanan jamaah sehingga kesulitan panas berkurang.
Panas yang diperhitungkan
Matan menyebut panas berat pada daerah panas. Tidak setiap hari yang terasa agak hangat otomatis menjadi alasan menerapkan seluruh ketentuan ini. Tujuannya mengurangi kesulitan nyata yang dapat mengganggu kekhusyukan perjalanan dan salat. Penetapan keadaan mengikuti kenyataan, bukan hanya nama musim atau perkiraan bahwa semua Zuhur harus ditunda.
Syaratnya berlanjut
Bait 226 menjelaskan sasaran ibraad: jamaah yang datang dari jauh menuju masjid atau tempat berjamaah sejenis, serta perbedaannya dengan Jumat. Syarah juga menjaga agar penundaan tidak berlebihan; kewajiban waktu tetap lebih dahulu diperhatikan. Dengan membaca dua bait bersama, pembaca memahami bahwa ibraad adalah anjuran bersyarat, bukan pembatal prinsip awal waktu secara umum.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 70. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وسن الإبراد بفعل الظهر
سن pasif dan الإبراد نائب الفاعل; بفعل الظهر menerangkan salat yang ditunda pelaksanaannya.
لشدة الحر بقطر الحر
لشدة الحر memberi sebab, بقطر الحر menerangkan tempat dengan kondisi panas yang dibahas.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ibraad menjadi rincian anjuran awal waktu pada 224, dengan syarat pelengkap pada 226.
Intisari & faedah
- Ibraad tetap berada dalam waktu Zuhur.
- Anjuran berkaitan dengan panas berat dan syarat jamaah yang dilanjutkan pada bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Jamaah harus berjalan jauh dalam terik yang berat menuju masjid.
Cara memahami
Pengurus memahami kemungkinan ibraad sesuai ketentuan tempat dan waktu.
Batas penerapan
Tidak mengakhirkan Zuhur sampai keluar waktu atau menerapkannya pada setiap cuaca hangat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 538
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
أبردوا بالظهر
Inti makna
Riwayat memerintahkan ibraad untuk Zuhur ketika panas berat, dengan penjelasan lengkap dalam sumber.
Kaitan dengan bait
Riwayat memerintahkan ibraad untuk Zuhur ketika panas sangat berat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah ibraad berarti boleh mengerjakan Zuhur setelah waktu Asar masuk?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Ibraad adalah penundaan yang tetap menjaga waktu Zuhur.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وسن الإبراد
dan disunahkan menunggu lebih sejuk
بفعل الظهر
dalam melaksanakan Zuhur
لشدة الحر
karena panas yang berat
بقطر الحر
di daerah panas
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وسُنَّ الإِبرَادُ بفِعْلِ الظُّهْرِ
Buka penggal 2
لشِدَّةِ الحَرِ بقُطْرِ الحَرِّ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 225 — Ibraad ketika panas sangat beratNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.