Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu dan keadaan yang dihindari · Bait 228 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وبعد فعل العصر
- dan sesudah mengerjakan Asar
- حتى غربت
- sampai matahari terbenam
- وعندما تطلع
- dan ketika matahari terbit
- حتى ارتفعت
- hingga meninggi
Terjemahan bait 228
Dan sesudah mengerjakan Asar sampai matahari terbenam; juga ketika matahari terbit hingga meninggi.
Syarah · keterangan lengkap
Larangan mengikuti fardu Asar
Seperti sesudah Subuh, larangan sesudah Asar terkait pelaksanaan fardunya. Syarah bahkan membahas Asar yang dikerjakan dalam jamak taqdim yang sah. Dengan demikian dasar larangan ini tidak hanya membaca jam yang biasanya disebut waktu Asar; keadaan salat yang sudah dilaksanakan juga diperhitungkan.
Matahari terbit merupakan keadaan tersendiri
Bagian kedua beralih dari larangan sesudah salat ke larangan karena posisi matahari. Rentangnya dari mulai terbit hingga naik kira-kira setinggi tombak dalam ungkapan fikih. Ukuran itu menjelaskan pengamatan alam, bukan jarak fisik matahari dari bumi, dan tidak diterjemahkan menjadi satu jumlah menit tetap untuk semua lokasi.
Tetap membaca pengecualian
Semua keterangan masih mengenai salat tanpa sebab yang disebut pada 227. Orang yang hendak mengqada atau melakukan salat karena sebab tertentu perlu membaca 230–231, bukan langsung menerapkan larangan mutlak. Untuk jadwal harian, informasi terbit dan awal Duha setempat membantu mengenali perpindahan waktu tanpa menebak hanya dari terang langit.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 70. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وبعد فعل العصر حتى غربت
بعد فعل العصر keterangan waktu; حتى غربت batas dengan الشمس dipahami sebagai subjek.
وعندما تطلع حتى ارتفعت
عندما تطلع memulai keadaan larangan berikut; حتى ارتفعت menyatakan akhir kenaikan awal matahari.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melanjutkan larangan 227; istiwa dan menjelang tenggelam ditambahkan pada 229, dengan pengecualian pada 230.
Intisari & faedah
- Larangan sesudah Asar mengikuti pelaksanaan fardu Asar.
- Kenaikan matahari tidak dijadikan satu angka menit yang berlaku di semua tempat.
Contoh penerapan
Keadaan
Seorang musafir telah mengerjakan Asar melalui jamak taqdim yang sah.
Cara memahami
Ia memperhatikan ketentuan sesudah Asar ketika hendak menambah salat tanpa sebab.
Batas penerapan
Kebolehan jamak dan pengecualian salat dengan sebab tetap mempunyai syarat masing-masing.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 586
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
لا صلاة بعد الصبح حتى ترتفع الشمس ولا صلاة بعد العصر حتى تغيب الشمس
Inti makna
Riwayat melarang salat sesudah Subuh sampai matahari meninggi dan sesudah Asar sampai terbenam; pengecualian jenis salat dibahas ulama.
Kaitan dengan bait
Riwayat melarang salat sesudah Asar sampai terbenam; keadaan terbit diperinci pula dalam hadis tiga waktu.
Buka sumber lengkap ↗Shahih Muslim 831
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
حين تطلع الشمس بازغة حتى ترتفع
Inti makna
Riwayat melarang salat pada tiga keadaan matahari, termasuk ketika terbit hingga meninggi; perincian pengecualian dibahas syarah.
Kaitan dengan bait
Riwayat tiga waktu menyebut ketika matahari terbit hingga meninggi.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah larangan sesudah Asar hanya bergantung pada jam Asar biasa?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Dalam syarah ia juga memperhitungkan fardu Asar yang sudah dilakukan secara sah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وبعد فعل العصر
dan sesudah mengerjakan Asar
حتى غربت
sampai matahari terbenam
وعندما تطلع
dan ketika matahari terbit
حتى ارتفعت
hingga meninggi
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وبَعدَ فِعْلِ العَصرِ حتى غَرَبَتْ
Buka penggal 2
وعِندمَا تَطْلُعُ حتى ارتَفَعَتْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 228 — Sesudah Asar dan ketika matahari terbitNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.