Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 23
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 23 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وطاعة
dan suatu ketaatan
ممن حراما يأكل
dari orang yang memakan yang haram
مثل البناء
seperti bangunan
فوق موج يجعل
yang ditempatkan di atas gelombang
Terjemahan bait 23

Ketaatan dari orang yang memakan yang haram seperti bangunan yang diletakkan di atas gelombang.

Syarah · keterangan lengkap

Gambaran fondasi yang rapuh

Bangunan memerlukan dasar yang kokoh. Gelombang terus bergerak sehingga tidak menopang bangunan dengan baik. Pengarang memakai perumpamaan ini untuk menunjukkan bahwa pemeliharaan ibadah perlu disertai perhatian pada sumber penghidupan. Makanan haram dapat berarti zat makanan yang dilarang maupun sesuatu yang diperoleh melalui cara terlarang, seperti pencurian dan penipuan.

Tidak otomatis membatalkan setiap ibadah

Ancaman terhadap keberkahan dan penerimaan tidak boleh disederhanakan menjadi semua salat pemakan harta haram pasti tidak sah. Sahnya ibadah memiliki rukun dan syarat sendiri; dosa sumber penghasilan tetap harus ditobati. Seseorang tidak boleh menghentikan salat dengan alasan penghasilannya belum bersih. Justru ia menunaikan kewajiban sambil memperbaiki cara mencari nafkah serta menyelesaikan hak orang lain.

Perbaikan yang konkret

Contohnya, pedagang yang mengurangi timbangan tidak cukup memperbanyak ibadah sunah sementara penipuannya diteruskan. Ia harus menghentikan praktik itu dan mengembalikan hak yang diketahui sesuai kemampuannya. Ketika terdapat persoalan penghasilan campuran atau akad yang rumit, rincian perlu ditanyakan kepada ahli. Bait mengajarkan kesatuan ibadah dan etika: hubungan dengan Allah tidak dijadikan penutup untuk mengabaikan keadilan kepada manusia, dan keberhasilan lahir bukan bukti bahwa setiap cara memperoleh harta dibenarkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وطاعة ممن حراما يأكل

طاعةٌ mubtada. ممن terdiri dari من dan مَن maushul, menerangkan orang yang melakukan ketaatan. حراماً objek يأكل yang didahulukan; pelaku يأكل tersirat kembali kepada orang tersebut.

مثل البناء فوق موج يجعل

مثلُ khabar bagi طاعة dan البناءِ mudhaf ilaih. فوقَ zharaf, موجٍ mudhaf ilaih; يُجعلُ bentuk pasif yang menerangkan bangunan diletakkan di atas gelombang. Perumpamaan menjelaskan rapuhnya landasan amal.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

طاعة

Akar
ط و ع
Pola / bentuk
Masdar dari طاع/أطاع

Menunjuk ketaatan. Bentuknya berkaitan dengan tunduk dan mengikuti, bukan semua tindakan tanpa melihat perintah yang diikuti.

البناء

Akar
ب ن ي
Pola / bentuk
فِعَال

Masdar yang juga dipakai untuk hasilnya, yakni bangunan. Hamzah akhirnya berkaitan dengan perubahan huruf lemah.

Hubungan bait

Sesudah ilmu dan tuntunan pada bait 21–22, perhatian beralih kepada makanan dan penghasilan yang menopang amal. Bait 24 memulai uraian sifat ketuhanan.

Intisari & faedah
  1. Kehalalan penghasilan berkaitan dengan mutu kehidupan ibadah.
  2. Perumpamaan gelombang mengingatkan rapuhnya amal yang ditopang pelanggaran.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang bersedekah tetapi terus mengambil uang titipan untuk kepentingannya.

Cara memahami

Ia wajib menghentikan pelanggaran dan menyelesaikan hak pemiliknya.

Batas penerapan

Amal baik tidak menjadikan harta orang lain halal diambil.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Baqara 2:188

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ وَتُدْلُوا۟ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا۟ فَرِيقًۭا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Inti makna

Larangan memakan harta sesama dengan cara batil dan menggunakan proses hukum untuk mengambil hak orang lain secara berdosa.

Kaitan dengan bait

Ayat melarang memakan harta sesama dengan cara batil; berkaitan dengan fondasi penghasilan yang halal.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang menjadi khabar dari طاعة?

Lihat pembahasan jawaban

مثلُ البناء: ketaatan orang yang memakan haram diumpamakan seperti bangunan di atas gelombang.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وطاعة

dan suatu ketaatan

ممن حراما يأكل

dari orang yang memakan yang haram

مثل البناء

seperti bangunan

فوق موج يجعل

yang ditempatkan di atas gelombang

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وطاعةٌ ممَّن حراماً يأكُلُ

Buka penggal 2

مثلُ البِنَاءِ فوقَ مَوْجٍ يُجْعَلُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 23 — Penghasilan halal dan mutu ibadahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan