Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waktu dan keadaan yang dihindari · Bait 231 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ركعتي الطواف
- dua rakaat tawaf
- والتحية
- dan tahiyat masjid
- والشكر
- dan sujud syukur
- والكسوف
- dan salat gerhana
- والجنازة
- dan salat jenazah
Terjemahan bait 231
Dua rakaat tawaf dan tahiyat masjid, sujud syukur, salat gerhana, dan salat jenazah.
Syarah · keterangan lengkap
Daftar melanjutkan pengecualian
Bait meneruskan salat atau sujud yang mempunyai sebab sehingga dibedakan dari sunah mutlak pada waktu larangan. Dua rakaat tawaf mengikuti tawaf; tahiyat mengikuti masuk masjid. Kata syukur di sini dipahami sebagai sujud syukur, bukan nama salat tertentu dengan jumlah rakaat yang sedang ditetapkan nazam.
Sebab dapat bersamaan
Gerhana merupakan sebab yang sedang berlangsung, sedangkan hadirnya jenazah menjadi sebab salat jenazah. Karena itu penjelasan syarah mencakup sebab terdahulu dan sebab yang bersamaan. Setiap ibadah tetap mempunyai syaratnya; menyebut gerhana tidak cukup jika fenomenanya sudah berakhir, sebagaimana masuk masjid tidak menjadi dalih membuat salat tanpa memperhatikan jamaah fardu yang sedang dimulai.
Pengecualian tidak menghapus adab lain
Apabila iqamah atau salat fardu berjamaah telah berlangsung, pembahasan mengikuti imam perlu didahulukan sesuai ketentuannya. Daftar ini menjelaskan hubungan sebab dengan larangan waktu, bukan semua aturan pelaksanaan sekaligus. Dengan membatasi pertanyaan yang sedang dijawab, pembaca dapat menggabungkan bab waktu, jamaah, dan sunah tanpa mempertentangkannya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 70. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ركعتي الطواف والتحية
Daftar ini dihubungkan dengan contoh pada 230; ركعتي bentuk mutsanna dalam idhafah kepada الطواف.
والشكر والكسوف والجنازة
Unsur yang di‘athafkan dengan sujud atau salat dipahami sesuai masing-masing jenis ibadah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Contoh melengkapi kategori sebab pada 230; tahiyat masjid dirinci pada 241–244.
Intisari & faedah
- Syukur pada bait ini menunjuk sujud syukur.
- Pengecualian waktu tetap dibaca bersama aturan jamaah dan syarat tiap ibadah.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang masuk masjid ketika iqamah fardu sudah dikumandangkan.
Cara memahami
Ia memperhatikan tuntunan mengikuti fardu, tidak hanya membaca pengecualian tahiyat dari waktu larangan.
Batas penerapan
Sebab salat bukan izin mengabaikan aturan lain yang terkait.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 444
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
إذا دخل أحدكم المسجد فليركع ركعتين قبل أن يجلس
Inti makna
Orang yang masuk masjid dianjurkan salat dua rakaat sebelum duduk.
Kaitan dengan bait
Riwayat dua rakaat sebelum duduk mendasari tahiyat masjid; rincian pengecualian waktu dijelaskan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah kata syukur di sini menetapkan salat dua rakaat khusus?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Syarah memahaminya sebagai sujud syukur.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ركعتي الطواف
dua rakaat tawaf
والتحية
dan tahiyat masjid
والشكر
dan sujud syukur
والكسوف
dan salat gerhana
والجنازة
dan salat jenazah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
رَكْعَتَى الطَّوَافِ والتَّحِيَّةِ
Buka penggal 2
والشُّكْرِ والكُسُوفِ والجَنَازَةِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 231 — Contoh ibadah yang mempunyai sebabNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.