Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 233
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waktu dan keadaan yang dihindari · Bait 233 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مع مسلخ
beserta ruang ganti
وعطن
dan tempat berkumpul unta
ومقبره ما نبشت
dan kuburan yang tidak dibongkar
وطرق
dan jalan
ومجزره
dan tempat penyembelihan
Terjemahan bait 233

Beserta ruang ganti, tempat berkumpul unta, kuburan yang tidak dibongkar, jalan, dan tempat penyembelihan.

Syarah · keterangan lengkap

Mengenali istilah tempat

Maslakh ialah ruang melepas pakaian yang berkaitan dengan pemandian; ‘athan tempat berkumpul atau beristirahat unta; majzarah tempat penyembelihan. Matan menyebut tempat-tempat ini dalam daftar makruh. Mengetahui makna istilah mencegah salah baca, misalnya mengira semua tempat pemeliharaan hewan atau semua bangunan dekat kamar mandi pasti sama hukumnya.

Syarat kesucian tetap utama

Kuburan yang tidak dibongkar dibedakan dari keadaan tanah yang benar-benar tercampur najis. Daftar makruh ini mengandaikan tempat salat tetap memenuhi syarat sah. Jika terdapat najis pada bagian yang bersentuhan dengan tubuh atau pakaian, perlu diselesaikan sebagai persoalan kesucian. Kemakruhan tidak mengubah yang bernajis menjadi tempat yang otomatis sah.

Jalan dan gangguan orang lain

Syarah mengaitkan jalan dengan lalu lintas yang mengganggu perhatian dan kekhusyukan. Selain memilih tempat tenang, orang yang salat tidak boleh mengabaikan hak orang lewat. Pilih lokasi yang bersih dan tidak menghalangi. Penjelasan sah meskipun makruh dilanjutkan pada 234, disertai keadaan tubuh yang juga dapat mengganggu konsentrasi.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 70. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مع مسلخ وعطن

مع meneruskan daftar الحمام pada 232; مسلخ وعطن dua nama tempat yang dikoordinasikan.

ومقبره ما نبشت وطرق ومجزره

ما نبشت memberi sifat kuburan yang tidak dibongkar; طرق ومجزرة melanjutkan daftar tempat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مسلخ

Akar
س ل خ
Pola / bentuk
مَفْعَل

Isim tempat melepaskan pakaian dalam konteks pemandian.

مجزره

Akar
ج ز ر
Pola / bentuk
مَفْعَلَة

Isim tempat penyembelihan; ha akhir mencerminkan penulisan rima/waqaf.

Hubungan bait

Daftar melanjutkan 232; batas sah dan keadaan tubuh dibahas pada 234.

Intisari & faedah
  1. Makruh tempat mengandaikan syarat sah seperti kesucian tetap terpenuhi.
  2. Pemilihan tempat memperhatikan ketenangan dan hak orang lain.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang memilih berdiri tepat di jalur orang lalu-lalang padahal ada tempat bersih yang lapang.

Cara memahami

Ia berpindah ke tempat yang tidak menghalangi dan lebih mendukung konsentrasi.

Batas penerapan

Tempat yang nyata bernajis memerlukan pembahasan syarat sah, bukan cukup disebut makruh.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-A‘raf 7:31

Teks lengkap ayat. Inti makna Indonesia adalah ringkasan penyusun; rincian penerapan dibaca pada kaitan dengan bait.

Baca teks ayat

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Inti makna

Allah memerintahkan pakaian yang layak dalam ibadah, membolehkan makan dan minum, serta melarang berlebihan; Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

Kaitan dengan bait

Penguat adab dan kelayakan ketika beribadah; daftar lokasi khusus berasal dari syarah dan dalil bab tempat salat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah makruh berarti salat di tempat yang nyata bernajis otomatis tetap sah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kesucian tempat tetap menjadi syarat yang dinilai tersendiri.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مع مسلخ

beserta ruang ganti

وعطن

dan tempat berkumpul unta

ومقبره ما نبشت

dan kuburan yang tidak dibongkar

وطرق

dan jalan

ومجزره

dan tempat penyembelihan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مَعْ مَسْلَخٍ وعَطَنٍ ومَقْبَرَهْ

Buka penggal 2

ما نُبِشَتْ وطُرُقٍ ومَجْزَرَهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 233 — Tempat yang mengganggu kesucian dan kekhusyukanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan