Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 234
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waktu dan keadaan yang dihindari · Bait 234 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مع صحة
dengan tetap sah
كحاقن
seperti orang menahan kencing
وحازق
dan orang yang menahan desakan tubuh
وعند مأكول صلاة التائق
dan salat orang yang menginginkan makanan ketika makanan tersedia
Terjemahan bait 234

Dengan tetap sah, seperti orang menahan kencing atau desakan tubuh, dan salat orang yang sangat menginginkan makanan yang telah tersedia.

Syarah · keterangan lengkap

Sah dan makruh berbeda

Salat di tempat makruh sebelumnya atau dalam keadaan yang disebut di sini dapat tetap sah jika semua syarat dan rukun terpenuhi. Sah berarti kewajiban terpenuhi; makruh menunjukkan keadaan yang sebaiknya dihindari. Kedua penilaian itu tidak saling meniadakan, dan tidak semua kekurangan kekhusyukan otomatis berarti salat batal.

Mengurangi gangguan yang dapat diselesaikan

Haqin ialah orang yang menahan kencing. Syarah menjelaskan haziq sebagai menahan angin, dengan penafsiran lain tentang alas kaki yang sangat sempit; intinya ada gangguan nyata. Ketika waktu lapang, selesaikan kebutuhan yang mengganggu, kemudian bersuci dan salat dengan tenang. Hal serupa berlaku pada makanan yang tersedia dan benar-benar diinginkan.

Keluasan waktu membatasi anjuran

Mendahulukan makan atau kebutuhan tubuh tidak menjadi izin melewatkan waktu salat. Jika waktunya sempit, kewajiban waktu tetap dijaga menurut ketentuan. Contoh makanan juga bukan alasan memperpanjang jamuan tanpa batas. Ukurannya ialah menyelesaikan gangguan nyata secara wajar, bukan menjadikan setiap kegiatan makan lebih penting daripada salat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مع صحة كحاقن وحازق

مع صحة menerangkan sahnya salat dalam daftar makruh; ك memberi perbandingan dengan dua keadaan tubuh.

وعند مأكول صلاة التائق

عند مأكول keterangan hadirnya makanan, صلاة التائق salat orang yang sangat menginginkannya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

حاقن

Akar
ح ق ن
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il, orang yang menahan kencing dalam konteks ini.

التائق

Akar
ت و ق
Pola / bentuk
فَاعِل dengan i‘lal

Isim fa‘il تاق, orang yang sangat menginginkan sesuatu.

Hubungan bait

Bait menutup pembahasan tempat dan keadaan makruh dari 232–233 dengan batas waktu yang telah dijelaskan pada 216–224.

Intisari & faedah
  1. Sahnya salat tidak menghapus anjuran menghindari keadaan makruh.
  2. Mendahulukan kebutuhan dibatasi oleh cukupnya waktu salat.
Contoh penerapan

Keadaan

Makanan telah siap dan seseorang sangat lapar, sementara waktu salat masih lapang.

Cara memahami

Ia menyelesaikan makan secukupnya lalu salat dengan lebih tenang.

Batas penerapan

Jangan memperpanjang makan hingga salat keluar waktu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 560a

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

لا صلاة بحضرة الطعام ولا وهو يدافعه الأخبثان

Inti makna

Riwayat mengingatkan gangguan salat ketika makanan yang diinginkan tersedia dan ketika menahan dua hajat.

Kaitan dengan bait

Hadis menyebut gangguan makanan yang hadir dan menahan dua hajat sebagai dasar pembahasan kekhusyukan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa batas penting ketika mendahulukan makan sebelum salat?

Lihat pembahasan jawaban

Waktu salat harus tetap terjaga; anjuran ini dibahas ketika waktunya mencukupi.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مع صحة

dengan tetap sah

كحاقن

seperti orang menahan kencing

وحازق

dan orang yang menahan desakan tubuh

وعند مأكول صلاة التائق

dan salat orang yang menginginkan makanan ketika makanan tersedia

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مَعْ صِحَّةٍ كحَاقِنٍ وحازِقِ

Buka penggal 2

وعِند مَأكُولٍ صَلاةُ التَّائِقِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 234 — Menahan hajat dan makanan yang diinginkanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan