Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat sunah dan waktunya · Bait 235 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- مسنونها
- salat sunahnya
- العيدان
- dua hari raya
- والكسوف
- dan gerhana matahari
- كذاك الاستسقاء
- demikian juga permohonan hujan
- والخسوف
- dan gerhana bulan
Terjemahan bait 235
Salat sunahnya ialah dua hari raya dan gerhana matahari; demikian juga istisqa dan gerhana bulan.
Syarah · keterangan lengkap
Memulai jenis salat sunah
Matan beralih dari waktu dan kemakruhan ke macam salat sunah. Dua hari raya ialah Idulfitri dan Iduladha. Kusuf dalam pemakaian bait ini menunjuk gerhana matahari, khusuf gerhana bulan, dan istisqa salat memohon hujan. Penyebutan jenis belum menerangkan seluruh cara pelaksanaan; masing-masing mempunyai bab tersendiri.
Keutamaan berkaitan dengan ciri ibadah
Syarah membahas tingkat keutamaan dengan mempertimbangkan jamaah, waktu atau sebab yang dapat berlalu, dan tuntunan pelaksanaannya. Urutan kata dalam nazam tidak perlu dijadikan satu-satunya dasar membuat peringkat tanpa membaca penjelasan. Salat gerhana, misalnya, terkait kejadian yang sedang berlangsung, bukan tanggal yang dipilih bebas.
Mengagungkan Allah melalui tanda alam
Salat gerhana diarahkan kepada Allah, bukan kepada matahari atau bulan. Istisqa juga mengajarkan doa dan ketundukan ketika memerlukan hujan. Pembaca mengenali nama, sebab, dan jenis pelaksanaannya lebih dulu; kemudian mempelajari jumlah rukuk, khutbah, atau adab khusus pada bab terkait agar tidak menyamakan semua sunah berjamaah dengan salat biasa.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
مسنونها العيدان والكسوف
مسنونها mubtada; العيدان والكسوف bagian khabar yang menyebut jenis salat sunah.
كذاك الاستسقاء والخسوف
كذاك menghubungkan jenis lain yang sama-sama disunahkan; الاستسقاء والخسوف dua isim yang dikoordinasikan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait membuka daftar sunah; witir dan rawatib menyusul pada 236–238, kemudian tarawih dan Duha.
Intisari & faedah
- Nama salat menunjukkan sebab dan tata cara yang perlu dipelajari tersendiri.
- Salat gerhana merupakan ibadah kepada Allah, bukan kepada benda langit.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar ingin mengerjakan salat gerhana pada hari yang tidak terjadi gerhana.
Cara memahami
Ia memahami bahwa jenis itu mempunyai sebab khusus yang sedang berlangsung.
Batas penerapan
Daftar jenis salat tidak menjadikan seluruhnya sunah mutlak kapan saja.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1043
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإذا رأيتم فصلوا وادعوا الله
Inti makna
Ketika melihat gerhana, kerjakan salat dan berdoalah kepada Allah.
Kaitan dengan bait
Hadis mengaitkan gerhana dengan tanda Allah dan perintah salat ketika melihatnya.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah kusuf dan khusuf dalam bait ini merupakan ibadah kepada matahari dan bulan?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Keduanya salat kepada Allah ketika terjadi gerhana.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
مسنونها
salat sunahnya
العيدان
dua hari raya
والكسوف
dan gerhana matahari
كذاك الاستسقاء
demikian juga permohonan hujan
والخسوف
dan gerhana bulan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
مَسنُونُها العيدانَ والكُسُوفُ
Buka penggal 2
كذاك الاستِسْقَاءُ والخُسُوفُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 235 — Salat sunah yang dikerjakan berjamaahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.