Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat sunah dan waktunya · Bait 236 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- والوتر ركعة
- dan witir satu rakaat
- لإحدى عشر
- sampai sebelas
- بين صلاة للعشا والفجر
- antara salat Isya dan fajar
Terjemahan bait 236
Witir dari satu rakaat sampai sebelas, antara selesainya salat Isya dan terbitnya fajar.
Syarah · keterangan lengkap
Witir mempunyai bilangan ganjil
Matan menyebut minimum satu rakaat dan batas sebelas dalam pembahasan mazhabnya. Bilangan ganjil menjadi ciri witir, sementara cara menyambung atau memisah rakaat memiliki perincian. Pemula dapat memahami minimum sah terlebih dahulu tanpa menganggap semua orang wajib langsung mengerjakan jumlah terbanyak.
Dimulai sesudah mengerjakan Isya
Waktu witir tidak cukup hanya masuk waktu Isya; dalam uraian ini ia mengikuti pelaksanaan salat Isya, dan berakhir pada fajar. Perbedaan masuk waktu dan sudah mengerjakan fardu juga muncul pada rawatib ba‘diyah. Memahaminya mencegah orang melakukan witir dahulu lalu baru menunaikan Isya tanpa melihat ketentuannya.
Menyesuaikan kebiasaan bangun
Syarah menganjurkan akhir salat malam berupa witir bagi orang yang yakin dapat bangun untuk tahajud. Orang yang khawatir tidak bangun dapat melaksanakannya sebelumnya. Tujuannya menjaga ibadah tetap dikerjakan, bukan memaksakan pola yang justru membuat witir selalu terlewat. Perincian salat malam sesudah sudah witir dibaca tersendiri; jangan membuat dua witir dalam satu malam.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
والوتر ركعة لإحدى عشر
الوتر mubtada; ركعة khabar minimum dengan batas bilangan yang mengikuti dalam nazam.
بين صلاة للعشا والفجر
بين keterangan waktu; صلاة للعشا menunjukkan pelaksanaan Isya dan الفجر batas akhir.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Witir melanjutkan daftar sunah pada 235; niat khususnya menjadi contoh pada 252.
Intisari & faedah
- Minimum witir menurut matan satu rakaat.
- Witir mengikuti pelaksanaan Isya dan berakhir pada fajar.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang khawatir tidak bangun malam karena kelelahan.
Cara memahami
Ia menjaga witir setelah Isya sebelum tidur sesuai kemampuannya.
Batas penerapan
Tidak menganggap anjuran akhir malam sebagai alasan meninggalkan witir sama sekali.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 990
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
صلاة الليل مثنى مثنى
Inti makna
Salat malam dikerjakan dua-dua; riwayat meneruskan satu rakaat witir ketika mengkhawatirkan datangnya fajar.
Kaitan dengan bait
Riwayat salat malam dua-dua dan satu rakaat yang menjadikannya ganjil mendasari pembahasan witir.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah cukup masuk waktu Isya untuk mengerjakan witir sebelum Isya dilaksanakan?
Lihat pembahasan jawaban
Menurut urutan yang dijelaskan matan, witir dilakukan setelah salat Isya.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والوتر ركعة
dan witir satu rakaat
لإحدى عشر
sampai sebelas
بين صلاة للعشا والفجر
antara salat Isya dan fajar
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
والوِتْرُ ركعةٌ لإِحدَى عَشْرِ
Buka penggal 2
بَينِ صَلاةٍ للعِشَا والفَجْرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 236 — Jumlah dan waktu witirNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.