Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 237
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat sunah dan waktunya · Bait 237 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثنتان قبل الصبح
dua rakaat sebelum Subuh
والظهر كذا
dan sebelum Zuhur demikian pula
وبعده
dan sesudahnya
ومغرب ثم العشا
dan sesudah Magrib kemudian Isya
Terjemahan bait 237

Dua rakaat sebelum Subuh dan demikian pula sebelum Zuhur; sesudah Zuhur, Magrib, kemudian Isya.

Syarah · keterangan lengkap

Mengikuti salat fardu

Rawatib ialah sunah yang mengikuti salat fardu tertentu. Bait menyebut dua sebelum Subuh, dua sebelum Zuhur, dua sesudah Zuhur, dua sesudah Magrib, dan dua sesudah Isya. Jumlahnya sepuluh rakaat dalam daftar yang ditekankan ini. Bait berikut menambah beberapa rakaat lain, sehingga sepuluh bukan berarti seluruh sunah yang terkait fardu berhenti di situ.

Sebelum dan sesudah mempunyai arti waktu

Kata sebelum menunjukkan qabliyah, sedangkan sesudah menunjukkan ba‘diyah. Khusus ba‘diyah, pelaksanaan fardu menjadi syarat masuk waktu sunahnya. Jangan menukar semua rawatib hanya berdasarkan kesempatan tanpa memperhatikan jenisnya. Aturan menunda qabliyah sesudah fardu dan batas akhir keduanya akan dijelaskan pada 247–248.

Kebiasaan yang bertahap

Daftar ini dapat dijadikan peta belajar harian: kenali pasangan fardunya, jumlahnya, dan letaknya terlebih dahulu. Menguatkan kebiasaan tidak perlu dilakukan dengan tergesa hingga fardu terabaikan. Jika iqamah sudah berlangsung, ikuti ketentuan jamaah. Rawatib mendampingi kewajiban dan membantu ketekunan, sehingga pengaturan waktunya tetap menjaga salat fardu sebagai prioritas.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ثنتان قبل الصبح والظهر كذا

ثنتان menunjuk dua rakaat; قبل menghubungkannya dengan Subuh, والظهر كذا menyamakan sebelum Zuhur.

وبعده ومغرب ثم العشا

بعده kembali kepada Zuhur; kata بعد dipahami pula untuk Magrib dan Isya dalam daftar.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ثنتان

Akar
ث ن ي
Pola / bentuk
Isim bilangan mutsanna

Bentuk bilangan dua feminin yang sesuai dengan ركعتان yang dipahami.

الصبح

Akar
ص ب ح
Pola / bentuk
فُعْل

Nama waktu pagi sekaligus nama salat dalam konteks ini.

Hubungan bait

Daftar rawatib ditambah pada 238; awal dan akhir waktunya dibahas pada 247–248.

Intisari & faedah
  1. Daftar bait berjumlah sepuluh rakaat rawatib yang ditekankan.
  2. Qabliyah dan ba‘diyah dibedakan menurut letaknya terhadap fardu.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membuat jadwal rawatib tetapi menempatkan dua rakaat ba‘diyah Magrib sebelum fardu.

Cara memahami

Ia memperbaiki letak jenis salat sesuai namanya.

Batas penerapan

Kesempatan waktu tidak mengubah ba‘diyah menjadi salat sebelum fardu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1180–1181

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

حفظت من النبي صلى الله عليه وسلم عشر ركعات

Inti makna

Ibn Umar mengingat sepuluh rakaat rawatib dari praktik Nabi, yang diperinci dalam riwayat lengkap.

Kaitan dengan bait

Riwayat Ibn Umar menyebut sepuluh rakaat rawatib yang menjadi daftar bait ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Berapa jumlah rakaat dalam daftar bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Sepuluh: lima pasangan yang masing-masing dua rakaat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثنتان قبل الصبح

dua rakaat sebelum Subuh

والظهر كذا

dan sebelum Zuhur demikian pula

وبعده

dan sesudahnya

ومغرب ثم العشا

dan sesudah Magrib kemudian Isya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثِنْتَانِ قبلَ الصُّبْح والظُّهْرِ كَذَا

Buka penggal 2

وبَعدَهُ ومَغْرِبٍ ثُم العِشَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 237 — Sepuluh rakaat rawatib yang ditekankanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan