Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 238
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat sunah dan waktunya · Bait 238 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسن ركعتان
dan disunahkan dua rakaat
قبل الظهر تزاد
ditambahkan sebelum Zuhur
كالأربع قبل العصر
seperti empat sebelum Asar
Terjemahan bait 238

Disunahkan menambah dua rakaat sebelum Zuhur, sebagaimana empat rakaat sebelum Asar.

Syarah · keterangan lengkap

Tambahan atas daftar sebelumnya

Dua rakaat pada awal bait merupakan tambahan kepada dua qabliyah Zuhur yang sudah disebut, sehingga menjadi empat. Kata tuzad penting: tanpa itu pembaca mungkin mengira pengarang hanya mengulang jumlah yang sama. Syarah juga menerangkan tambahan dua ba‘diyah Zuhur berdasarkan riwayat, walaupun nazam di sini menonjolkan tambahan qabliyah.

Empat sebelum Asar

Matan kemudian menyebut empat rakaat sebelum Asar sebagai sunah. Waktunya sebelum fardu Asar, bukan setelahnya dengan mengabaikan pembahasan larangan sunah tanpa sebab. Bilangan ini termasuk pembahasan keutamaan rawatib, dan tingkat penekanannya tidak harus disamakan dengan sepuluh rakaat yang dipaparkan pada 237.

Membaca angka secara kumulatif

Cara belajar yang membantu ialah membuat dua lapis daftar: rakaat yang telah disebut dan tambahan yang melengkapinya. Dengan begitu kata dua tidak selalu dibaca sebagai jumlah akhir. Jika waktu untuk fardu atau jamaah sempit, jangan mengejar tambahan hingga kewajiban terganggu. Bab qada rawatib nanti menjelaskan bagaimana menyikapi sunah terikat waktu yang terlewat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وسن ركعتان قبل الظهر تزاد

سن pasif; ركعتان نائب الفاعل. تزاد menerangkan dua rakaat tambahan sebelum Zuhur.

كالأربع قبل العصر

ك memberi perbandingan anjuran, الأربع menunjuk empat rakaat, قبل العصر keterangan waktunya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تزاد

Akar
ز ي د
Pola / bentuk
تُفْعَلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ pasif زاد, ditambahkan.

الأربع

Akar
ر ب ع
Pola / bentuk
Isim bilangan

Bilangan empat dengan rakaat dipahami dari konteks.

Hubungan bait

Tambahan melengkapi 237; bila terlewat, lihat qada sunah terikat waktu pada 245.

Intisari & faedah
  1. Dua tambahan sebelum Zuhur menjadikan qabliyahnya empat rakaat.
  2. Empat rakaat sebelum Asar diletakkan sebelum fardunya.
Contoh penerapan

Keadaan

Pembaca menghitung qabliyah Zuhur tetap dua karena tidak memperhatikan tuzad.

Cara memahami

Ia menambahkan dua pada jumlah yang sudah disebut pada 237.

Batas penerapan

Tambahan sunah tidak didahulukan hingga menyebabkan fardu terlewat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Jami‘ at-Tirmidzi 430

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

رحم الله امرأ صلى قبل العصر أربعا

Inti makna

Riwayat mendoakan rahmat bagi orang yang salat empat rakaat sebelum Asar.

Kaitan dengan bait

Riwayat mendoakan rahmat bagi yang mengerjakan empat rakaat sebelum Asar.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Berapa qabliyah Zuhur setelah dua rakaat tambahan bait ini digabung dengan bait sebelumnya?

Lihat pembahasan jawaban

Empat rakaat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسن ركعتان

dan disunahkan dua rakaat

قبل الظهر تزاد

ditambahkan sebelum Zuhur

كالأربع قبل العصر

seperti empat sebelum Asar

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسُنَّ ركعتانِ قبلَ الظُّهْرِ

Buka penggal 2

تُزَادُ كالأَربَعِ قبلَ العَصْرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 238 — Tambahan rawatib Zuhur dan sebelum AsarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan