Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat sunah dan waktunya · Bait 239 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم التراويح
- kemudian tarawih
- فندبا تفعل
- maka dikerjakan sebagai sunah
- ثم الضحى
- kemudian Duha
- وهي ثمان أفضل
- dan delapan rakaat disebut lebih utama
Terjemahan bait 239
Kemudian tarawih disunahkan untuk dikerjakan; kemudian Duha, dan delapan rakaat disebut lebih utama.
Syarah · keterangan lengkap
Tarawih sebagai ibadah Ramadan
Tarawih ialah salat malam Ramadan yang dalam syarah matan dijelaskan dua puluh rakaat dengan sepuluh salam, di luar witir. Penyebutan ini menerangkan susunan mazhab pengarang. Riwayat dan praktik jumlah rakaat mempunyai pembahasan luas; jangan menjadikan pelajaran ini alasan mencela jamaah yang mengikuti pendapat fikih lain yang diakui.
Duha dalam urutan sunah
Sesudah tarawih, matan menyebut Duha dan angka delapan. Syarah menjelaskan delapan sebagai batas terbanyak yang diandalkan dalam uraian ini dan jumlah yang lebih sempurna dibanding minimum dua. Ada rumusan lain dalam kitab-kitab fikih, sehingga angka itu diperkenalkan sebagai pilihan penjelasan matan, bukan klaim semua ulama hanya mengenal satu batas.
Menjaga pemahaman jenis dan waktu
Tarawih terkait malam Ramadan, sedangkan Duha terkait bagian siang. Keduanya tidak dikerjakan sembarang waktu hanya karena sama-sama sunah. Minimum dan waktu Duha baru dijelaskan pada 240. Bagi pembelajar, lebih baik memahami letak waktu dan pelaksanaan yang tenang terlebih dahulu sebelum menambah jumlah rakaat sesuai kemampuan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 71. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم التراويح فندبا تفعل
التراويح pokok yang dibicarakan; تفعل pasif, ندبا menerangkan hukum pelaksanaannya sebagai sunah.
ثم الضحى وهي ثمان أفضل
الضحى di‘athafkan dalam urutan; وهي ثمان أفضل menerangkan jumlah yang dipilih lebih sempurna dalam syarah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melanjutkan daftar sunah 235–238; minimum dan waktu Duha diselesaikan pada 240.
Intisari & faedah
- Tarawih dua puluh dalam syarah merupakan penjelasan mazhab kitab.
- Angka delapan Duha dibaca bersama minimum dan waktu pada bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar melihat jamaah tarawih berbeda jumlah rakaat dari yang dijelaskan kitab.
Cara memahami
Ia mengenali pilihan mazhab yang sedang dipelajari sambil menghormati pembahasan fikih lain.
Batas penerapan
Tidak mengubah perbedaan jumlah menjadi penilaian pribadi terhadap ibadah orang lain.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1129
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
صلى ذات ليلة في المسجد فصلى بصلاته ناس
Inti makna
Nabi salat malam di masjid dan diikuti orang-orang; riwayat menjelaskan kejadian itu pada Ramadan dan alasan tidak terus keluar mengimami mereka.
Kaitan dengan bait
Riwayat Nabi mengimami salat malam Ramadan mendukung tarawih berjamaah; tidak diklaim menyebut dua puluh rakaat dalam petikan ini.
Buka sumber lengkap ↗Shahih al-Bukhari 357
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
قام فصلى ثماني ركعات
Inti makna
Ummu Hani meriwayatkan Nabi mengerjakan delapan rakaat; akhir riwayat menyatakan saat itu waktu Duha.
Kaitan dengan bait
Riwayat salat delapan rakaat pada waktu Duha menjadi rujukan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah riwayat tarawih yang ditautkan langsung menyebut dua puluh rakaat?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Ia mendukung salat malam Ramadan berjamaah; jumlah dalam syarah dibahas melalui keseluruhan rujukan mazhab.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم التراويح
kemudian tarawih
فندبا تفعل
maka dikerjakan sebagai sunah
ثم الضحى
kemudian Duha
وهي ثمان أفضل
dan delapan rakaat disebut lebih utama
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثم التَّرَاويحُ فنَدْبَاً تُفْعَلُ
Buka penggal 2
ثم الضُّحَى وهْيَ ثَمَانٌ أفْضَلُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 239 — Tarawih dan keutamaan DuhaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.