Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 24
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengenal Allah dan sifat-Nya · Bait 24 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
فاقطع يقينا
maka tetapkanlah dengan yakin
بالفؤاد
dalam hati
واجزم
dan pastikanlah
بحدث العالم
akan kebaruan alam
بعد العدم
sesudah ketiadaan
Terjemahan bait 24

Tetapkanlah keyakinan dalam hati dan pastikanlah bahwa alam bersifat baru, sesudah sebelumnya tidak ada.

Syarah · keterangan lengkap

Istilah alam dan baru

Dalam ilmu kalam, alam berarti segala sesuatu selain Allah, bukan hanya bumi, tumbuhan, atau ruang angkasa. Huduts berarti keberadaan yang tidak azali: ia diadakan setelah tidak ada. Lawannya ialah qidam dalam pengertian tidak memiliki permulaan. Ketika pengarang menyebut alam baru, ia tidak sedang mengatakan bahwa umur alam hanya beberapa tahun atau menentukan hitungan usia kosmos.

Pokok penalaran

Makhluk memiliki perubahan, keterbatasan, dan ketergantungan. Ia tidak memberi keberadaan mutlak kepada dirinya sendiri. Perhatian terhadap sifat-sifat ini mengantar pelajar kepada pengakuan bahwa alam memerlukan Pencipta. Rincian argumen huduts dibahas dalam ilmu kalam; bait ini menyajikan kesimpulan dasar yang kemudian disambung dengan penegasan bahwa Allah mengadakannya tanpa membutuhkan alam.

Membedakan pertanyaan ilmiah dan akidah

Kajian tentang proses fisik alam menjelaskan hubungan sebab yang dapat diteliti dalam ciptaan. Pernyataan teologis tentang ketergantungan alam membahas dasar keberadaannya. Mengetahui proses hujan, misalnya, tidak menghapus keyakinan bahwa air, udara, dan hukum alam termasuk ciptaan Allah. Pelajar dapat mempelajari alam dengan sungguh-sungguh sekaligus mengenali batas ilmunya. Tidak tepat menjadikan satu teori fisika yang belum dipahami sebagai satu-satunya dasar keimanan atau menganggap bait ini memuat angka ilmiah yang tidak disebutkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فاقطع يقينا بالفؤاد واجزم

اقطعْ dan اجزمْ adalah perintah kepada أنت. يقيناً menegaskan kepastian pengakuan, dapat dipahami sebagai keadaan yakin. بالفؤاد menunjukkan bahwa keyakinan itu merupakan pembenaran hati.

بحدث العالم بعد العدم

بحدث melengkapi اجزم; حدثِ majrur dan العالمِ mudhaf ilaih. بعدَ zharaf dan العدمِ mudhaf ilaih. Jangan berhenti pada kata العالم tanpa membaca batas sesudahnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

العالم

Akar
ع ل م
Pola / bentuk
فَاعَل dalam lafaz عَالَم

Isim untuk alam ciptaan. Vokal lam fathah membedakannya dari عَالِم, orang berilmu, yang mengikuti pola فاعل.

العدم

Akar
ع د م
Pola / bentuk
فَعَل

Masdar yang menunjukkan ketiadaan. Dipasangkan dengan حدث untuk menjelaskan adanya alam setelah tidak ada.

Hubungan bait

Bait 11 menyebut mengenal Allah; bait 24 mulai merinci jalur pembahasannya dengan alam yang diadakan. Bait 25 menyebut siapa yang mengadakannya.

Intisari & faedah
  1. Alam mempunyai permulaan dan tidak berdiri mandiri.
  2. Istilah alam dan orang berilmu berbeda meskipun bentuk tulisannya mirip.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membaca العالم sebagai al-‘alim lalu menerjemahkannya sebagai orang pintar.

Cara memahami

Ia mencocokkan harakat, pola, dan konteks adanya ciptaan setelah ketiadaan.

Batas penerapan

Arti kosakata tidak diputuskan hanya berdasarkan huruf tanpa konteks.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Tur 52:35

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

أَمْ خُلِقُوا۟ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَٰلِقُونَ

Inti makna

Pertanyaan yang mengajak manusia berpikir: apakah mereka tercipta tanpa pencipta, atau justru menciptakan diri mereka sendiri?

Kaitan dengan bait

Ayat mengajak memikirkan asal penciptaan. Ia menguatkan tema kebutuhan kepada Pencipta; rincian argumentasi kalam dijelaskan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan عالَم pada bait ini dengan عالِم pada bait 8?

Lihat pembahasan jawaban

عالَم berarti alam ciptaan; عالِم berarti orang berilmu. Perbedaan vokal dan konteks mengubah makna.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فاقطع يقينا

maka tetapkanlah dengan yakin

بالفؤاد

dalam hati

واجزم

dan pastikanlah

بحدث العالم

akan kebaruan alam

بعد العدم

sesudah ketiadaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

فاقْطَع يقيناً بالفؤاد واجْزِمِ

Buka penggal 2

بِحَدَثِ العالَمِ بعد العَدَمِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 24 — Alam adalah sesuatu yang diadakanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan