Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat sunah dan waktunya · Bait 240 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثنتان أدناها
- dua rakaat minimumnya
- ووقتها هوا
- dan waktunya ialah
- من ارتفاع الشمس
- dari meningginya matahari
- حتى الاستوا
- sampai istiwa
Terjemahan bait 240
Dua rakaat adalah minimumnya; waktunya dari meningginya matahari sampai istiwa.
Syarah · keterangan lengkap
Minimum yang mudah dikenali
Duha paling sedikit dua rakaat menurut matan. Minimum berarti jumlah yang memenuhi bentuk dasar salat tersebut, bukan jumlah yang dianggap tidak bernilai dibanding delapan. Orang dapat membangun kebiasaan dari dua rakaat yang dikerjakan dengan tenang, lalu menambah sesuai kemampuan dan penjelasan mazhabnya.
Awal setelah masa terbit
Waktu Duha dimulai sesudah matahari naik, sehingga dibedakan dari saat matahari baru terbit yang termasuk waktu larangan. Jangan menyamakan terang langit sebelum terbit dengan masuknya Duha. Jadwal yang mencantumkan terbit dan awal Duha membantu membedakan dua tanda ini; selisihnya tidak perlu dipaksakan sama di semua lokasi dan tanggal.
Batas dalam matan dan penjelasan syarah
Nazam menyebut sampai istiwa. Syarah membahasnya sebagai rentang pilihan dan menambahkan penjelasan sampai zawal dalam penelitiannya. Untuk praktik umum, mengerjakan Duha sebelum mendekati istiwa memudahkan menjaga batas waktu larangan yang telah dibahas. Jangan mengambil satu frasa hingga menganggap Duha boleh dikerjakan setelah Zuhur masuk; itu sudah di luar waktunya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 72. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثنتان أدناها
ثنتان khabar yang didahulukan; أدناها mubtada yang menunjuk minimum Duha.
ووقتها هوا من ارتفاع الشمس حتى الاستوا
وقتها mubtada, هو dengan alif rima menghubungkan penjelasan; من وحتى menyatakan awal dan akhir rentang.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Minimum dan waktu melengkapi 239, dengan hubungan langsung ke larangan terbit dan istiwa pada 228–229.
Intisari & faedah
- Duha minimum dua rakaat.
- Awalnya dibedakan dari saat matahari sedang terbit.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang hendak mengerjakan Duha tepat saat matahari mulai muncul.
Cara memahami
Ia menunggu sampai matahari telah naik sesuai waktunya.
Batas penerapan
Waktu Duha tidak diperpanjang melewati masuknya Zuhur.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 720
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ويجزئ من ذلك ركعتان يركعهما من الضحى
Inti makna
Dua rakaat Duha disebut mencukupi sedekah yang berkaitan dengan anggota tubuh dalam konteks riwayat.
Kaitan dengan bait
Riwayat dua rakaat Duha mendukung jumlah minimalnya; batas waktu diperinci dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah Duha dimulai tepat ketika matahari mulai terbit?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Dimulai setelah matahari naik dan masa larangan terbit telah berlalu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثنتان أدناها
dua rakaat minimumnya
ووقتها هوا
dan waktunya ialah
من ارتفاع الشمس
dari meningginya matahari
حتى الاستوا
sampai istiwa
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثِنْتَانِ أَدناها ووقتُهَا هُوَا
Buka penggal 2
مِنَ ارتِفَاعِ الشمسِ حتى الاستِوَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 240 — Minimum dan waktu salat DuhaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.