Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Tahiyat masjid, qada, dan pelaksanaan sunah · Bait 243 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- لا فرد ركعة
- tidak dengan satu rakaat tersendiri
- ولا جنازة
- dan bukan salat jenazah
- وسجدة للشكر أو تلاوة
- atau sujud syukur maupun tilawah
Terjemahan bait 243
Tidak dengan satu rakaat tersendiri, salat jenazah, ataupun sujud syukur atau tilawah.
Syarah · keterangan lengkap
Batas ketercakupan salat lain
Bait ini membatasi penjelasan 242. Walaupun tahiyat dapat tercapai melalui ibadah lain, tidak setiap ibadah yang dilakukan di masjid mempunyai bentuk yang mencukupi. Satu rakaat tersendiri, seperti satu rakaat witir, tidak memenuhi dua rakaat yang disebut dalam dasar tahiyat menurut syarah ini.
Salat jenazah berbeda susunan
Salat jenazah adalah ibadah yang mulia dan memiliki kewajiban komunal, tetapi susunannya tidak memiliki dua rakaat dengan rukuk dan sujud seperti yang dimaksud tahiyat. Karena itu ia tidak otomatis menggantikan bentuk tahiyat. Perbedaan bentuk tidak berarti merendahkan nilai salat jenazah; yang dibicarakan ialah terpenuhi atau tidaknya tuntunan tertentu.
Sujud tersendiri juga dibedakan
Sujud syukur dan tilawah mempunyai sebab serta tata cara sendiri, tetapi bukan salat dua rakaat. Pelajaran ini mengajarkan kehati-hatian dalam menggabungkan tujuan ibadah: ada yang dapat tercakup karena bentuknya memenuhi, dan ada yang tidak. Ketika jamaah fardu dimulai, tetap ikuti prioritas jamaah sebagaimana penjelasan tahiyat sebelumnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 73. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لا فرد ركعة ولا جنازة
لا menafikan tercapainya tahiyat melalui contoh tersebut; صلاة dipahami sebelum جنازة.
وسجدة للشكر أو تلاوة
سجدة dihubungkan dengan yang tidak mencukupi; للشكر أو تلاوة menerangkan dua sebab sujud.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Batas ini harus dibaca bersama kebolehan ketercakupan pada 242 dan dasar tahiyat pada 241.
Intisari & faedah
- Tidak semua ibadah di masjid mencukupi bentuk tahiyat.
- Perbedaan bentuk tidak berarti membandingkan nilai ibadah secara mutlak.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar masuk masjid dan hanya melakukan satu sujud tilawah, lalu menganggapnya tahiyat.
Cara memahami
Ia membedakan sujud tersendiri dari dua rakaat yang disyaratkan dalam pembahasan tahiyat.
Batas penerapan
Tuntunan mengikuti jamaah tetap diperhatikan bila fardu sedang dimulai.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 444
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
إذا دخل أحدكم المسجد فليركع ركعتين قبل أن يجلس
Inti makna
Orang yang masuk masjid dianjurkan salat dua rakaat sebelum duduk.
Kaitan dengan bait
Penyebutan dua rakaat menjelaskan dasar pembatasan bentuk tahiyat dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa salat jenazah tidak mencukupi tahiyat menurut penjelasan ini?
Lihat pembahasan jawaban
Karena bentuknya tidak memenuhi dua rakaat dengan rangkaian yang dimaksud dalam tahiyat.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
لا فرد ركعة
tidak dengan satu rakaat tersendiri
ولا جنازة
dan bukan salat jenazah
وسجدة للشكر أو تلاوة
atau sujud syukur maupun tilawah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
لا فَرْدِ رَكعَةٍ ولا جَنَازَةِ
Buka penggal 2
وسَجْدَةٍ للشُّكْرِ أو تِلاوةِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 243 — Yang tidak mencukupi bentuk tahiyatNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.