Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 244
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Tahiyat masjid, qada, dan pelaksanaan sunah · Bait 244 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
كرر
ulangilah
بتكرير دخول يقرب
karena masuk berulang yang berdekatan
وركعتان
dan dua rakaat
إثر شمس تغرب
sesudah matahari terbenam
Terjemahan bait 244

Ulangi tahiyat ketika masuk berulang walau berdekatan; dan disunahkan dua rakaat setelah matahari terbenam.

Syarah · keterangan lengkap

Sebab baru pada masuk kembali

Masuk masjid kembali dapat memperbarui anjuran tahiyat meskipun jaraknya dekat menurut matan. Anjuran ini mengikuti sebab masuk, bukan keharusan mengulang tanpa henti karena ragu apakah langkah keluar sudah cukup jauh. Kebiasaan nyata masuk dan keluar dinilai secara wajar, dengan tetap melihat keadaan jamaah dan waktu.

Ada keadaan yang lebih dahulu diperhatikan

Syarah mengecualikan keadaan ketika imam telah memulai fardu, iqamah berlangsung, atau memulai tahiyat akan menyebabkan kehilangan takbir awal bersama imam. Tujuan belajar bukan memperbanyak salat terpisah dengan mengabaikan jamaah. Ketika fardu langsung dikerjakan, ketercakupan tujuan tahiyat yang dibahas pada 242 membantu menyatukan aturan.

Dua rakaat sebelum Magrib

Akhir bait beralih ke dua rakaat sesudah terbenam sebelum fardu Magrib. Ia merupakan sunah yang ringan, dan tidak dijadikan alasan menunda jamaah terlalu lama. Kata sesudah terbenam menunjukkan waktunya telah masuk; bukan sunah ketika matahari masih sedang tenggelam. Hubungkan dengan batas waktu larangan pada 229 dan masuk Magrib pada 219.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 73. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

كرر بتكرير دخول يقرب

كرر perintah dengan tahiyat sebagai objek dipahami; بتكرير دخول menyebut sebab pengulangan dan يقرب sifat jarak waktu masuk.

وركعتان إثر شمس تغرب

ركعتان menunjuk dua rakaat yang dianjurkan; إثر keterangan sesudah terbenam matahari.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

كرر

Akar
ك ر ر
Pola / bentuk
فَعِّلْ

Perintah كرّر, mengulangi.

تكرير

Akar
ك ر ر
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar كرّر, pengulangan sebab masuk.

Hubungan bait

Bait menutup tahiyat pada 241–243 dan melengkapi daftar rawatib dengan sunah sebelum Magrib.

Intisari & faedah
  1. Masuk kembali dapat memperbarui anjuran tahiyat.
  2. Dua rakaat sebelum Magrib dilakukan sesudah matahari terbenam, dengan menjaga jamaah.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang masuk kembali saat iqamah Magrib sudah dimulai.

Cara memahami

Ia mengikuti fardu dan tidak memulai tahiyat yang terpisah.

Batas penerapan

Pengulangan sebab tidak mengalahkan ketentuan jamaah yang sedang berlangsung.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 624

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

بين كل أذانين صلاة

Inti makna

Ada anjuran salat antara dua panggilan, yakni azan dan iqamah, bagi yang menghendaki.

Kaitan dengan bait

Hadis salat antara azan dan iqamah mendukung sunah sebelum Magrib dengan ketentuan pelaksanaannya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah anjuran mengulang tahiyat mengharuskan memulainya saat iqamah telah berlangsung?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Ketentuan mengikuti fardu berjamaah tetap didahulukan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

كرر

ulangilah

بتكرير دخول يقرب

karena masuk berulang yang berdekatan

وركعتان

dan dua rakaat

إثر شمس تغرب

sesudah matahari terbenam

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

كَرِّرْ بتكريرِ دُخُولٍ يَقْرُبُ

Buka penggal 2

وركعتانِ إِثْرَ شمسٍ تَغْرُبُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 244 — Masuk berulang dan sunah sebelum MagribNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan