Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 246
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Tahiyat masjid, qada, dan pelaksanaan sunah · Bait 246 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والفور والترتيب
dan menyegerakan serta mengurutkan
فيما فاتا
pada yang telah terlewat
أولى
lebih utama
لمن لم يختشي الفواتا
bagi yang tidak khawatir kehilangan waktu
Terjemahan bait 246

Menyegerakan dan mengurutkan salat yang terlewat lebih utama bagi orang yang tidak khawatir kehilangan waktu salat saat ini.

Syarah · keterangan lengkap

Kasus terlewat karena uzur

Syarah menjelaskan anjuran segera mengqada salat yang terlewat dengan uzur, serta menjaga urutan salat yang tertinggal. Kata lebih utama tidak dijadikan dalih menunda qada salat yang sengaja ditinggalkan tanpa uzur; keadaan itu mempunyai tuntutan penyegeraan yang lebih kuat dalam pembahasan mazhab.

Urutan menjaga susunan ibadah

Jika beberapa salat menjadi tanggungan dan waktu saat ini lapang, mengerjakannya menurut urutan waktunya dianjurkan. Urutan membantu pelaksanaan yang tertata, tetapi dalam mazhab ini tidak diperlakukan sebagai syarat mutlak yang selalu mengalahkan keadaan lain. Pembaca perlu membedakan yang dianjurkan dari yang menentukan sahnya salat.

Jaga salat yang sedang berjalan waktunya

Jika mendahulukan qada akan menyebabkan fardu saat ini ikut keluar waktu, salat saat ini didahulukan. Tujuannya tidak menambah tanggungan baru. Setelah itu qada tetap ditunaikan sesuai ketentuan. Penjelasan ini menggabungkan tanggung jawab atas yang telah lewat dengan kewajiban menjaga waktu sekarang, sehingga anjuran urutan dibaca beserta batasnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 73. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والفور والترتيب فيما فاتا أولى

الفور والترتيب mubtada, أولى khabar; فيما فات menerangkan objek anjuran dengan alif rima.

لمن لم يختشي الفواتا

لمن membatasi sasaran; لم يختش نفي rasa takut kehilangan waktu, dengan bentuk nazam yang memanjangkan akhir.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الترتيب

Akar
ر ت ب
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar رتّب, mengatur menurut urutan.

أولى

Akar
و ل ي
Pola / bentuk
أَفْعَل dengan i‘lal

Isim tafdhil, lebih utama atau lebih patut didahulukan.

Hubungan bait

Melengkapi qada pada 245 dan uzur keterlambatan pada 216, dengan menjaga batas waktu 217–223.

Intisari & faedah
  1. Anjuran segera dalam syarah ini membahas yang terlewat dengan uzur.
  2. Urutan qada tidak menyebabkan salat saat ini ikut terlewat.
Contoh penerapan

Keadaan

Ada tanggungan salat yang terlupa, tetapi waktu fardu saat ini hampir habis.

Cara memahami

Ia mendahulukan fardu saat ini agar tidak menambah salat yang terlewat, lalu menunaikan qada.

Batas penerapan

Jangan memakai kata lebih utama untuk meremehkan tanggungan yang sengaja ditinggalkan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 597

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

من نسي صلاة فليصل إذا ذكرها

Inti makna

Orang yang terlupa salat mengerjakannya ketika teringat.

Kaitan dengan bait

Perintah menunaikan salat ketika teringat mendasari qada; urutan dan prioritas saat waktu sempit diperinci syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mana yang didahulukan jika qada menyebabkan fardu saat ini keluar waktu?

Lihat pembahasan jawaban

Fardu saat ini, kemudian qada tetap dikerjakan sesuai ketentuannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والفور والترتيب

dan menyegerakan serta mengurutkan

فيما فاتا

pada yang telah terlewat

أولى

lebih utama

لمن لم يختشي الفواتا

bagi yang tidak khawatir kehilangan waktu

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والفَوْرُ والترتيبُ فيما فاتَا

Buka penggal 2

أَولَى لِمَن لم يختَشِي الفَوَاتَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 246 — Menyegerakan dan mengurutkan qadaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan