Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 250
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukun, niat, dan takbir · Bait 250 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أركانها ثلاث عشر
rukun-rukunnya tiga belas
النيه
niat
في الفرض
dalam salat fardu
قصد الفعل والفرضيه
maksud melakukan dan kefarduannya
Terjemahan bait 250

Rukun salat tiga belas; niat, dan dalam fardu maksud melakukan salat serta kefarduannya—

Syarah · keterangan lengkap

Mengapa ada hitungan tiga belas

Matan menghitung tiga belas dengan memasukkan tumakninah sebagai bagian yang menyertai gerakan terkait. Syarah menjelaskan hitungan tujuh belas bila tumakninah pada empat tempat dihitung tersendiri. Perbedaan jumlah tidak berarti satu daftar membolehkan salat tanpa tenang; sering kali yang berbeda ialah cara mengelompokkan unsur yang sama-sama wajib.

Niat sebagai rukun pertama

Niat adalah maksud hati melakukan ibadah yang ditentukan. Dalam fardu, perlu maksud melakukan salat dan menyadari sifat fardunya, dengan penentuan jenis salat yang diteruskan pada 251. Mengucapkan kalimat dengan lisan tanpa maksud hati tidak menggantikan niat. Sebaliknya niat tidak memerlukan kalimat batin yang dipaksakan berulang-ulang.

Rukun dibedakan dari syarat

Rukun merupakan unsur di dalam susunan salat, sedangkan syarat seperti kesucian menyertai pelaksanaannya. Keduanya diperlukan, tetapi letaknya berbeda. Mengenali perbedaan ini membantu ketika nanti membahas bagian yang tertinggal: kehilangan rukun tidak otomatis selesai hanya dengan sujud sahwi. Daftar ini dibaca sampai 273, lalu sunah ab‘adh dibedakan sesudahnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 74. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أركانها ثلاث عشر النيه

أركانها mubtada, ثلاث عشر khabar bilangan; النية membuka rincian unsur pertama.

في الفرض قصد الفعل والفرضيه

في الفرض membatasi jenis niat; قصد الفعل والفرضية merupakan objek bagi أوجب yang baru muncul pada 251.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أركانها

Akar
ر ك ن
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak taksir ركن, unsur pokok yang menyusun ibadah.

الفرضيه

Akar
ف ر ض
Pola / bentuk
Isim nisbah abstrak dengan ta

Sifat sebagai fardu, dibedakan dari sekadar maksud gerakan salat.

Hubungan bait

Kalimat niat berlanjut pada 251–253; rukun berdiri pada 254 dan tumakninah pada 271 melengkapi penjelasan jumlah.

Intisari & faedah
  1. Tiga belas dan tujuh belas dapat berbeda karena cara menghitung tumakninah.
  2. Niat merupakan maksud hati, bukan sekadar bunyi lafaz.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membandingkan dua kitab dan melihat jumlah rukun berbeda.

Cara memahami

Ia memeriksa cara kedua kitab mengelompokkan tumakninah sebelum menyimpulkan ada kewajiban yang dihilangkan.

Batas penerapan

Jangan menganggap hitungan tiga belas membolehkan gerakan tanpa tenang.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis niat menjadi dasar maksud hati dalam ibadah; perincian penentuan fardu diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa matan menyebut tiga belas sementara daftar lain menyebut tujuh belas?

Lihat pembahasan jawaban

Karena tumakninah dapat dihitung sebagai bagian gerakan atau sebagai empat rukun tersendiri.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أركانها ثلاث عشر

rukun-rukunnya tiga belas

النيه

niat

في الفرض

dalam salat fardu

قصد الفعل والفرضيه

maksud melakukan dan kefarduannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أركانُهَا ثلاثَ عَشْرَ النِّيَّهْ

Buka penggal 2

في الفَرْضِ قَصْدَ الفِعْلِ والفَرْضِيَّهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 250 — Tiga belas rukun dan niat farduNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan