Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukun, niat, dan takbir · Bait 252 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- كالوتر
- seperti witir
- أما مطلق من نفلها
- adapun sunah yang mutlak
- ففيه تكفي
- maka di dalamnya cukup
- نية لفعلها
- niat untuk melakukannya
Terjemahan bait 252
Seperti witir; adapun sunah mutlak, cukup niat untuk melakukan salat.
Syarah · keterangan lengkap
Witir termasuk sunah tertentu
Awal bait memberi contoh penentuan pada bait sebelumnya: witir mempunyai nama dan waktu khusus. Syarah menjelaskan bahwa dua rakaat yang dipisah sebelum satu rakaat dalam rangkaian witir dapat diniatkan sebagai bagian witir, walaupun dua itu sendiri genap. Nama ibadah dilihat dari rangkaian yang dimaksud, bukan hanya hitungan satu bagian.
Sunah mutlak tidak terikat jenis khusus
Untuk sunah mutlak yang tidak ditentukan waktu atau sebab khusus, cukup bermaksud mengerjakan salat. Tidak diperlukan menentukan nama yang memang tidak dimiliki jenis tersebut. Ini bukan berarti seseorang boleh melakukan gerakan tanpa sadar lalu menamainya salat; maksud ibadah tetap diperlukan sejak awal.
Kesederhanaan sesuai kategori
Perbedaan niat tidak dibuat untuk menyulitkan, melainkan membedakan ibadah secara tepat. Pelajar dapat bertanya: apakah ini fardu tertentu, sunah tertentu, atau sunah mutlak? Sesudah kategorinya jelas, unsur niat mengikuti. Bait 253 menerangkan hal yang tidak wajib dirinci dalam niat agar pembaca tidak menambahkan beban yang tidak disyaratkan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 74. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
كالوتر أما مطلق من نفلها
كالوتر contoh bagi sunah tertentu pada 251; أما مطلق membuka kategori sunah mutlak.
ففيه تكفي نية لفعلها
Fa jawab أما; نية fa‘il تكفي, لفعلها menerangkan maksud melakukan salat.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Contoh witir terkait 236; kategori niat melengkapi 250–251 dan diteruskan unsur yang tidak wajib pada 253.
Intisari & faedah
- Witir memerlukan penentuan sebagai sunah tertentu.
- Sunah mutlak cukup dengan maksud mengerjakan salat.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar hendak salat sunah mutlak tetapi bingung mencari nama khususnya.
Cara memahami
Ia cukup bermaksud salat tanpa menciptakan nama ibadah baru.
Batas penerapan
Niat tetap diperlukan, meskipun tidak ada penentuan jenis khusus.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Inti makna
Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.
Kaitan dengan bait
Dasar maksud dalam ibadah; perbedaan kadar penentuan mengikuti jenis salat dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah sunah mutlak harus diberi nama khusus dalam niat?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Cukup maksud melakukan salat.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
كالوتر
seperti witir
أما مطلق من نفلها
adapun sunah yang mutlak
ففيه تكفي
maka di dalamnya cukup
نية لفعلها
niat untuk melakukannya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
كالوِتْرِ أمَّا مُطْلَقٍ مِن نَفْلِهَا
Buka penggal 2
ففيهِ تَكْفِي نِيَّةٌ لِفِعْلِهَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 252 — Niat witir dan sunah mutlakNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.