Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 254
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukun, niat, dan takbir · Bait 254 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثان قيام
kedua, berdiri
قادر القيام
bagi yang mampu berdiri
وثالث
dan ketiga
تكبيرة الإحرام
takbiratul ihram
Terjemahan bait 254

Kedua, berdirinya orang yang mampu berdiri; ketiga, takbiratul ihram.

Syarah · keterangan lengkap

Berdiri dalam fardu

Rukun berdiri ditujukan kepada orang yang mampu dalam salat fardu. Mampu dinilai dengan keadaan tubuh, termasuk kemungkinan bantuan yang wajar dan tidak menimbulkan bahaya. Ini berbeda dari kebolehan memilih duduk pada sunah yang sudah dibahas. Orang yang mengalami kesulitan nyata akan mempelajari bentuk pengganti pada 258–262.

Takbir yang memasukkan ke salat

Takbiratul ihram menjadi pintu masuk salat, dengan lafaz Allahu akbar sesuai ketentuan. Kata ihram menunjukkan mulai berlakunya larangan tertentu dalam salat seperti percakapan biasa dan perbuatan yang membatalkannya. Takbir pembuka ini merupakan rukun, sedangkan takbir perpindahan pada pembahasan sunah mempunyai kedudukan berbeda.

Posisi dan niat diperhatikan

Takbir diucapkan dalam keadaan berdiri bagi orang yang wajib berdiri, atau penggantinya bagi yang beruzur. Niat menyertai permulaan ini sebagaimana diterangkan pada tiga bait berikut. Orang yang datang terlambat jangan terburu membungkuk sebelum takbir pembuka selesai jika masih mampu berdiri. Mengikuti imam tetap menjaga rukun dirinya sendiri.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 75. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ثان قيام قادر القيام

ثان menyebut urutan rukun; قيام قادر القيام konstruksi masdar dengan pelaku yang mampu.

وثالث تكبيرة الإحرام

ثالث membuka urutan ketiga, تكبيرة الإحرام nama rukun yang diterangkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

قيام

Akar
ق و م
Pola / bentuk
فِعَال dengan i‘lal

Masdar قام, berdiri.

تكبيرة

Akar
ك ب ر
Pola / bentuk
تَفْعِيلَة

Satu pengucapan takbir; الإحرام menjelaskan takbir pembuka.

Hubungan bait

Sesudah niat, berdiri dan takbir membuka pelaksanaan; pengecualian kemampuan dijelaskan pada 258–262.

Intisari & faedah
  1. Berdiri merupakan rukun fardu bagi yang mampu.
  2. Takbir pembuka dibedakan dari takbir perpindahan yang sunah.
Contoh penerapan

Keadaan

Makmum datang saat imam rukuk dan ingin langsung membungkuk sambil memulai takbir.

Cara memahami

Ia menyelesaikan takbir pembuka dalam posisi berdiri jika mampu, lalu mengikuti imam.

Batas penerapan

Mengejar rakaat tidak menghapus rukun takbir dan berdiri.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1117

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

صل قائما فإن لم تستطع فقاعدا فإن لم تستطع فعلى جنب

Inti makna

Salat dilakukan berdiri; bila tidak mampu, duduk; bila tidak mampu, pada sisi tubuh.

Kaitan dengan bait

Riwayat memerintahkan berdiri lalu memberi pengganti bila tidak mampu.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih al-Bukhari 757

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

ثم اركع حتى تطمئن راكعا

Inti makna

Dalam pengajaran salat, Nabi memerintahkan rukuk dengan tenang; riwayat lengkap juga menerangkan takbir, bacaan, iktidal, sujud, dan duduk.

Kaitan dengan bait

Pengajaran salat menyebut takbir sebagai awal rangkaian salat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah semua takbir dalam salat berkedudukan sama dengan takbiratul ihram?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Takbir pembuka adalah rukun, sedangkan takbir perpindahan dibahas sebagai sunah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثان قيام

kedua, berdiri

قادر القيام

bagi yang mampu berdiri

وثالث

dan ketiga

تكبيرة الإحرام

takbiratul ihram

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثانٍ قيامُ قادِرِ القيامِ

Buka penggal 2

وثالِثٌ تكبيرَةُ الاِحرَامِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 254 — Berdiri dan takbir pembukaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan