Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukun, niat, dan takbir · Bait 255 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ولو معرفا
- walaupun memakai bentuk ma‘rifah
- عن التنكير
- sebagai ganti bentuk nakirah
- وقارن النية
- dan sertakanlah niat
- بالتكبير
- bersama takbir
Terjemahan bait 255
Walaupun memakai bentuk ma‘rifah sebagai ganti nakirah; sertakanlah niat bersama takbir.
Syarah · keterangan lengkap
Bentuk lafaz yang dijelaskan
Syarah menjelaskan lafaz pokok Allahu akbar dan membahas bentuk Allahu al-akbar sebagai bentuk yang memenuhi ketentuan. Pembahasan ini menunjukkan batas bahasa yang diterima, bukan anjuran mengganti lafaz lazim. Pelajar dapat menggunakan Allahu akbar dengan pengucapan yang benar dan tenang tanpa mencari variasi yang membuatnya ragu.
Niat tidak dipisahkan dari permulaan
Perintah menyertakan niat dengan takbir bermaksud agar tindakan memulai salat dilakukan dengan kesadaran ibadah. Niat yang telah terlintas jauh sebelumnya lalu hilang ketika memulai tidak disamakan dengan hadirnya maksud hati. Namun kesadaran biasa yang jelas juga tidak perlu dipecah menjadi pengawasan setiap huruf secara berlebihan.
Perincian dibaca sampai selesai
Bait 256 memuat rumusan kebersamaan pada seluruh takbir dan menyebut pilihan beberapa ulama; 257 menjelaskan kebersamaan menurut kebiasaan yang memadai. Jangan memotong rangkaian sebelum penjelasan pilihan itu sehingga pembaca merasa wajib mengulang takbir berkali-kali. Tujuannya memulai ibadah dengan maksud yang nyata, bukan memperpanjang keraguan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 75. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ولو معرفا عن التنكير
ولو memberi kelonggaran bentuk; معرفا keadaan lafaz takbir dengan alif-lam pada الأكبر menurut syarah.
وقارن النية بالتكبير
قارن perintah, النية objek, بالتكبير pasangan yang harus menyertainya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melanjutkan takbir pada 254; kadar kebersamaan niat harus dibaca bersama 256–257.
Intisari & faedah
- Lafaz lazim Allahu akbar sudah memenuhi bentuk yang diajarkan.
- Niat menyertai awal salat dan penjelasan kebersamaannya dilanjutkan pada dua bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar terus mengulang takbir karena merasa belum mengawasi niat pada tiap huruf.
Cara memahami
Ia membaca pilihan kebersamaan secara wajar pada 256–257.
Batas penerapan
Jangan berhenti pada potongan rumusan sehingga mengembangkan keraguan berulang.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Inti makna
Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.
Kaitan dengan bait
Dasar maksud hati dalam ibadah; kebersamaannya dengan takbir diperinci syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Bait mana yang perlu dibaca untuk memahami kadar kebersamaan niat secara lengkap?
Lihat pembahasan jawaban
Bait 256 dan 257 bersama bait ini.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ولو معرفا
walaupun memakai bentuk ma‘rifah
عن التنكير
sebagai ganti bentuk nakirah
وقارن النية
dan sertakanlah niat
بالتكبير
bersama takbir
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ولَوْ مُعَرَّفَا عَن التَّنْكيرِ
Buka penggal 2
وقارِنِ النِّيَّةَ بالتكبيرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 255 — Lafaz takbir dan kebersamaan niatNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.