Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 257
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukun, niat, dan takbir · Bait 257 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
يكفي
cukup
بأن يكون قلب الفاعل
bahwa hati pelaku berada
مستحضر النية
dalam keadaan menghadirkan niat
غير غافل
tidak lalai
Terjemahan bait 257

Cukup hati pelaku menghadirkan niat dan tidak lalai.

Syarah · keterangan lengkap

Pilihan yang menyelesaikan bait sebelumnya

Menurut pilihan yang disebut, cukup muqaranah ‘urfiyyah: ketika takbir orang sadar sedang memulai salat yang dimaksud. Ia tidak sedang mengerjakan tindakan lain tanpa maksud salat. Kehadiran hati ini merupakan kesadaran biasa yang dapat dikenali, bukan tuntutan mendengar kalimat batin tertentu dengan susunan yang sama pada setiap huruf.

Mencegah pengulangan yang tidak diperlukan

Jika seseorang telah bersiap untuk Zuhur lalu bertakbir dengan maksud itu, ia tidak perlu mengulang hanya karena tidak mampu mengingat urutan kata dalam pikirannya. Pelajaran niat seharusnya membantu kepastian ibadah. Keraguan yang berulang tanpa dasar tidak diperkuat dengan terus memulai ulang, sebab itu dapat mengganggu pelaksanaan salat itu sendiri.

Tetap ada unsur yang harus diketahui

Kemudahan ukuran kebersamaan tidak menghapus unsur niat yang dijelaskan pada 250–252. Jenis fardu atau sunah tertentu tetap dikenali. Jadi yang dipermudah adalah cara memahami hadirnya niat bersama takbir, bukan meniadakan maksud atau membolehkan salat tanpa penentuan ketika penentuan diperlukan. Dua pembahasan itu dijaga agar tidak tertukar.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 76. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

يكفي بأن يكون قلب الفاعل

يكفي melengkapi مختار pada 256; يكون فعل ناقص, قلب الفاعل isimnya.

مستحضر النية غير غافل

مستحضر خبر يكون dan diidhafahkan kepada النية; غير غافل keadaan yang menegaskan tidak lalai.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مستحضر

Akar
ح ض ر
Pola / bentuk
مُسْتَفْعِل

Isim fa‘il استحضر, yang menghadirkan dalam kesadaran.

غافل

Akar
غ ف ل
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il غفل, lalai atau tidak menyadari.

Hubungan bait

Menyelesaikan pilihan pada 256 dan memberi cara memahami niat 250–255 tanpa menambah keraguan.

Intisari & faedah
  1. Kebersamaan ‘urfi ialah hadirnya maksud saat memulai secara wajar.
  2. Kemudahan ini tidak menghapus penentuan jenis salat yang diperlukan.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang bertakbir dengan jelas untuk Asar, lalu ragu karena tidak mengingat kalimat niat dalam pikirannya.

Cara memahami

Ia melanjutkan salat berdasarkan maksud yang telah hadir.

Batas penerapan

Tidak perlu membuat rumus kata batin sebagai syarat tambahan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Dasar penilaian amal melalui maksudnya, bukan sekadar lafaz yang diucapkan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah muqaranah ‘urfiyyah mengharuskan mengulang kalimat batin pada setiap huruf takbir?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Yang diperhatikan ialah hadirnya maksud salat secara wajar saat memulai.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

يكفي

cukup

بأن يكون قلب الفاعل

bahwa hati pelaku berada

مستحضر النية

dalam keadaan menghadirkan niat

غير غافل

tidak lalai

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

يَكفِي بأَنْ يكونَ قلبُ الفاعِلِ

Buka penggal 2

مستَحْضِرَ النِّيَّةِ غيرَ غافِلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 257 — Hadirnya maksud hati secara wajarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan