Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat sesuai kemampuan · Bait 259 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وعاجز عن القعود
- dan orang yang tidak mampu duduk
- صلى لجنبه
- salat pada sisinya
- وباليمين أولى
- dan sisi kanan lebih utama
Terjemahan bait 259
Orang yang tidak mampu duduk salat pada sisinya; sisi kanan lebih utama.
Syarah · keterangan lengkap
Tahap setelah tidak mampu duduk
Posisi miring dibahas setelah kemampuan duduk tidak ada atau menimbulkan kesulitan yang diperhitungkan. Urutan ini bukan kewajiban mencoba gerakan berbahaya untuk membuktikan ketidakmampuan. Keadaan tubuh dan pengetahuan yang dapat dipercaya menjadi dasar memilih bentuk ibadah yang sanggup dilakukan.
Arah tubuh tetap diperhatikan
Syarah menjelaskan menghadap kiblat dengan bagian depan tubuh ketika miring, sesuai kemampuan. Menolehkan wajah saja tidak selalu sama dengan menghadap seluruh bagian yang dituntut pada bentuk tersebut. Namun apabila posisi perawatan tidak memungkinkan perubahan, ketentuan ketidakmampuan tetap berlaku; jangan mencabut alat atau mengubah posisi secara berbahaya.
Kanan adalah keutamaan
Matan menyebut sisi kanan lebih utama, bukan satu-satunya sisi yang sah dalam semua keadaan. Jika sisi kanan menyulitkan sedangkan kiri dapat digunakan, kemampuan dan uzur diperhatikan. Gerakan dan bacaan yang masih mampu tetap dilakukan. Bentuk telentang pada 260 baru dibahas ketika posisi miring juga tidak dapat dilaksanakan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 76. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وعاجز عن القعود صلى لجنبه
عاجز mubtada yang disifati عن القعود; صلى لجنبه khabar fi‘liyah tentang cara pelaksanaannya.
وباليمين أولى
باليمين menerangkan sisi kanan, أولى menyatakan keutamaan dengan salat pada sisi itu dipahami.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Tahap kemampuan melanjutkan 258 dan menuju telentang atau isyarat pada 260–262.
Intisari & faedah
- Posisi miring dipakai ketika duduk tidak mampu.
- Sisi kanan merupakan keutamaan yang tetap mempertimbangkan uzur.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang sakit tidak mampu duduk dan hanya nyaman berbaring pada sisi kiri.
Cara memahami
Ia memahami bahwa keutamaan kanan tidak mengharuskan tindakan yang membahayakan.
Batas penerapan
Arah tubuh dan gerakan yang masih mampu tetap diperhatikan menurut keadaan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1117
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
صل قائما فإن لم تستطع فقاعدا فإن لم تستطع فعلى جنب
Inti makna
Salat dilakukan berdiri; bila tidak mampu, duduk; bila tidak mampu, pada sisi tubuh.
Kaitan dengan bait
Riwayat menyebut salat pada sisi tubuh ketika tidak mampu duduk.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah sisi kanan menjadi syarat mutlak meskipun tidak mampu menggunakannya?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Matan menyebutnya lebih utama, dengan tetap memperhatikan uzur.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وعاجز عن القعود
dan orang yang tidak mampu duduk
صلى لجنبه
salat pada sisinya
وباليمين أولى
dan sisi kanan lebih utama
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وعاجِزٌ عَنِ القُعُودِ صَلَّى
Buka penggal 2
لِجَنْبِهِ وباليمينِ أَولَى
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 259 — Salat dengan posisi miringNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.