Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 26
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengenal Allah dan sifat-Nya · Bait 26 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
فهو
maka Dia
لما يريده فعال
Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki
وليس في الخلق
dan tidak ada di antara ciptaan
له مثال
contoh atau bandingan bagi-Nya
Terjemahan bait 26

Dia Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki, dan tidak ada bagi-Nya contoh yang sebanding dalam ciptaan.

Syarah · keterangan lengkap

Kehendak yang tidak dikalahkan

Fa‘‘al menunjukkan kekuasaan Allah mewujudkan yang dikehendaki-Nya. Tidak ada makhluk yang memaksa atau menghalangi Allah sebagaimana manusia dapat saling menghalangi. Akan tetapi, apa yang terjadi atas izin penciptaan Allah tidak selalu berarti diperintahkan atau diridai secara moral. Kemaksiatan dapat terjadi dalam ciptaan, tetapi manusia tetap dilarang melakukannya dan bertanggung jawab atas pilihannya.

Tidak menyerupakan Allah

Mitsal berarti contoh atau padanan yang dapat dijadikan gambaran. Allah tidak sejenis dengan makhluk sehingga tidak dapat dibayangkan dengan membesarkan bentuk manusia atau benda. Sifat mengetahui, berkuasa, dan berkehendak pada Allah dipahami sebagai kesempurnaan yang sesuai dengan-Nya; kesamaan kata tidak berarti kesamaan hakikat dengan sifat manusia.

Akibat dalam berdoa dan berusaha

Manusia boleh berharap kepada pertolongan Allah tanpa merasa dapat memaksa hasil tertentu. Ia tetap mengambil sebab yang baik karena diperintahkan berusaha. Seorang pelajar belajar untuk ujian, berdoa, lalu menerima hasil sambil mengevaluasi usahanya. Ungkapan Allah berkehendak tidak dipakai untuk membenarkan kelalaian yang disengaja. Bait meneguhkan kebergantungan kepada Allah sekaligus kerendahan hati dalam memahami zat serta sifat-Nya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فهو لما يريده فعال

هو mubtada; فعّالٌ khabar. لما tersusun dari ل dan ما maushul; يريدُه shilahnya, dengan ه kembali kepada apa yang dikehendaki. Susunan itu melengkapi makna فعّال.

وليس في الخلق له مثال

ليس fi‘il naqish. مثالٌ isim ليس yang diakhirkan; له dapat ditempatkan sebagai khabar yang didahulukan, sedangkan في الخلق membatasi lingkungan perbandingan: tidak ada padanan dalam ciptaan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

فعال

Akar
ف ع ل
Pola / bentuk
فَعَّال

Bentuk penegasan dari makna melakukan. Tasydid dan alif menunjukkan pola mubalaghah; penerapannya kepada Allah mengikuti makna kesempurnaan yang layak bagi-Nya.

يريده

Akar
ر و د
Pola / bentuk
يُفْعِلُ setelah i‘lal

Mudhari‘ dari أَرَادَ. ه adalah objek yang dikehendaki, bukan pelaku.

Hubungan bait

Bait 25 menafikan kebutuhan; bait ini menegaskan kehendak yang tidak terhalangi dan menolak keserupaan dengan ciptaan. Bait 27–29 merinci sifat kuasa, ilmu, dan kesempurnaan lain.

Intisari & faedah
  1. Allah tidak diserupakan dengan makhluk.
  2. Penyebutan sifat dibaca dengan prinsip kesucian-Nya dari kekurangan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mendengar istilah mendengar bagi Allah dan langsung membayangkan organ makhluk.

Cara memahami

Ia memahami penetapan sifat tanpa membuat padanan fisik dengan ciptaan.

Batas penerapan

Bait ini tidak memberi bentuk atau gambaran tentang zat Allah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Ash-Shura 42:11

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًۭا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Inti makna

Allah menciptakan langit, bumi, dan pasangan-pasangan makhluk; tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Kaitan dengan bait

Ayat menafikan keserupaan sekaligus menetapkan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Pada وليس في الخلق له مثال, mana isim ليس yang diakhirkan?

Lihat pembahasan jawaban

مثالٌ, yang berarti padanan atau sesuatu yang menyerupai.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فهو

maka Dia

لما يريده فعال

Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki

وليس في الخلق

dan tidak ada di antara ciptaan

له مثال

contoh atau bandingan bagi-Nya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

فَهْوَ لما يريدُهُ فَعَّالُ

Buka penggal 2

وليسَ في الخَلْقِ له مِثَالُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 26 — Kehendak Allah dan ketidakserupaan dengan makhlukNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan