Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 260
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat sesuai kemampuan · Bait 260 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثم يصلي عاجز
kemudian orang yang tidak mampu salat
على قفاه
di atas punggungnya atau telentang
وبالركوع والسجود
dan untuk rukuk serta sujud
أوماه
ia memberi isyarat
Terjemahan bait 260

Kemudian orang yang tidak mampu salat telentang, dan memberi isyarat untuk rukuk serta sujud—

Syarah · keterangan lengkap

Telentang ketika miring tidak mampu

Urutan matan berlanjut kepada telentang jika posisi miring tidak dapat dilakukan. Syarah membahas penyesuaian arah tubuh menuju kiblat dengan kemampuan yang ada. Tujuannya mempertahankan ibadah, bukan memaksa perubahan posisi yang mengganggu perawatan. Penilaian kemampuan tetap menjadi dasar sebagaimana pada dua bait sebelumnya.

Isyarat menggantikan gerakan yang tidak mampu

Rukuk dan sujud yang tidak dapat dilakukan secara biasa diganti dengan isyarat sesuai kemampuan. Bait 261 menjelaskan isyarat kepala dan tahap sesudahnya. Bila kepala dapat digerakkan, isyarat sujud dibuat lebih rendah dari rukuk sehingga keduanya dibedakan. Gerakan tidak dipaksakan melewati batas yang aman.

Bacaan tidak otomatis gugur

Keterbatasan posisi atau gerakan tidak otomatis menghapus bacaan yang masih sanggup diucapkan. Setiap unsur dinilai menurut kemampuannya. Orang yang mampu berbicara tetap membaca sesuai ketentuan meskipun tubuhnya berbaring. Jika ucapan pun tidak mungkin, syarah memberikan penjelasan lanjutan pada 261. Dengan demikian pengganti digunakan untuk bagian yang benar-benar tidak mampu.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 76. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ثم يصلي عاجز على قفاه

يصلي fi‘il, عاجز fa‘il; على قفاه menerangkan posisi telentang.

وبالركوع والسجود أوماه

بالركوع والسجود menunjukkan gerakan yang digantikan; أومأ fi‘il isyarat, dengan بالرأس dilanjutkan pada 261.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يصلي

Akar
ص ل و
Pola / bentuk
يُفَعِّلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ صلّى, melaksanakan salat.

أوماه

Akar
و م أ
Pola / bentuk
أَفْعَلَ dengan penulisan nazam

Dari أومأ, memberi isyarat; bentuk akhir dibaca dalam konteks bait.

Hubungan bait

Melanjutkan posisi miring pada 259 dan membuka isyarat kepala, mata, serta hati pada 261.

Intisari & faedah
  1. Telentang merupakan tahap ketika posisi miring tidak mampu.
  2. Gerakan dan bacaan dinilai menurut kemampuan masing-masing.
Contoh penerapan

Keadaan

Pasien hanya dapat telentang tetapi masih sanggup membaca dan menggerakkan kepala sedikit.

Cara memahami

Ia mempertahankan bacaan dan menggunakan isyarat sesuai kemampuan.

Batas penerapan

Jangan menggugurkan semua unsur hanya karena salah satu gerakan tidak dapat dilakukan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Taghaabun 64:16

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًۭا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Inti makna

Perintah bertakwa menurut kemampuan, mendengar, taat, dan berinfak; orang yang dijaga dari kekikiran beroleh keberuntungan.

Kaitan dengan bait

Prinsip bertakwa sesuai kemampuan mendukung penyesuaian; rincian posisi dan isyarat diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah berbaring otomatis membolehkan meninggalkan bacaan yang masih mampu diucapkan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Bacaan yang mampu tetap dikerjakan sesuai ketentuannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثم يصلي عاجز

kemudian orang yang tidak mampu salat

على قفاه

di atas punggungnya atau telentang

وبالركوع والسجود

dan untuk rukuk serta sujud

أوماه

ia memberi isyarat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثم يُصَلِّي عاجِزٌ على قَفَاهْ

Buka penggal 2

وبالرُّكُوعِ والسجودِ أَوْمَآهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 260 — Telentang dan isyarat gerakanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan