Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 261
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat sesuai kemampuan · Bait 261 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
بالرأس
dengan kepala
إن يعجز
jika tidak mampu
فبالأجفان
maka dengan kelopak mata
للعجز
karena ketidakmampuan
أجرى القلب بالأركان
menjalankan rukun-rukun dalam hati
Terjemahan bait 261

Dengan kepala; jika tidak mampu, dengan kelopak mata. Karena tidak mampu lagi, jalankan rukun-rukun dalam hati.

Syarah · keterangan lengkap

Menyelesaikan isyarat pada bait sebelumnya

Isyarat rukuk dan sujud pada 260 dilakukan dengan kepala ketika gerakan biasa tidak mungkin. Syarah menjelaskan agar isyarat sujud lebih rendah daripada rukuk sesuai kemampuan. Ini penyesuaian ibadah berdasarkan keterbatasan, bukan teknik yang harus dipaksakan pada kepala atau leher yang tidak aman digerakkan.

Tahap ketidakmampuan berikutnya

Jika kepala tidak dapat digerakkan, matan menyebut kelopak mata; bila itu pun tidak mampu, urutan rukun dihadirkan dalam hati. Syarah menjelaskan membayangkan diri berada dalam rangkaian berdiri, rukuk, dan seterusnya. Kesadaran urutan tetap dijaga meskipun tubuh tidak dapat mengikuti bentuk lahiriah yang biasa.

Kemampuan ucapan diperiksa terpisah

Orang yang masih dapat membaca tetap mengucapkan bacaan sesuai kemampuannya. Bila lidah juga tidak dapat bergerak, bacaan dan zikir dihadirkan dalam hati menurut uraian syarah. Keringanan tidak dipakai lebih jauh dari kebutuhan nyata, tetapi juga tidak menjadi alasan membebani orang sakit dengan gerakan berbahaya. Bait 262 merangkum kewajiban selama akal masih ada.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 76. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

بالرأس إن يعجز فبالأجفان

بالرأس melengkapi أومأ pada 260; إن يعجز syarat, فبالأجفان jawab dengan isyarat dipahami.

للعجز أجرى القلب بالأركان

للعجز sebab tahap berikut, أجرى فعل dengan pelaku dipahami; القلب بالأركان menunjukkan penghadiran rangkaian dalam hati.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الأجفان

Akar
ج ف ن
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak جفن, kelopak mata.

أجرى

Akar
ج ر ي
Pola / bentuk
أَفْعَلَ dengan i‘lal

Madhi أجرى, menjalankan atau menghadirkan rangkaian.

Hubungan bait

Melengkapi pengganti gerakan pada 260 dan dirangkum kewajiban sesuai kemampuan pada 262.

Intisari & faedah
  1. Pengganti gerakan mengikuti tingkat ketidakmampuan yang nyata.
  2. Kemampuan membaca tidak otomatis hilang karena tubuh tidak bisa bergerak.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang sadar tidak mampu menggerakkan kepala tetapi masih dapat mengedip dan membaca.

Cara memahami

Ia menjalankan bagian yang mampu sesuai tingkatan yang diterangkan.

Batas penerapan

Tidak memaksakan gerakan yang berbahaya atau meninggalkan bacaan yang masih mampu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Taghaabun 64:16

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًۭا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Inti makna

Perintah bertakwa menurut kemampuan, mendengar, taat, dan berinfak; orang yang dijaga dari kekikiran beroleh keberuntungan.

Kaitan dengan bait

Prinsip kemampuan menjadi penguat; tahap isyarat merupakan rincian syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah seluruh bacaan langsung cukup dalam hati ketika kepala tidak mampu bergerak?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Jika ucapan masih mampu, bacaan tetap diucapkan sesuai ketentuan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

بالرأس

dengan kepala

إن يعجز

jika tidak mampu

فبالأجفان

maka dengan kelopak mata

للعجز

karena ketidakmampuan

أجرى القلب بالأركان

menjalankan rukun-rukun dalam hati

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

بالرأسِ إِن يَعجِزْ فبالأجْفَانِ

Buka penggal 2

للعَجْزِ أجْرَى القَلْبَ بالأركانِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 261 — Isyarat kepala, kelopak mata, dan kesadaran hatiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan