Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 264
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Al-Fatihah dan penggantinya · Bait 264 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لو أبدل الحرف بحرف
jika mengganti huruf dengan huruf lain
أبطلا
membatalkan bacaan itu
وواجب ترتيبها
dan wajib urutannya
مع الولا
beserta kesinambungannya
Terjemahan bait 264

Jika mengganti huruf dengan huruf lain, bacaan itu batal; wajib urutannya beserta kesinambungannya.

Syarah · keterangan lengkap

Menjaga identitas teks

Syarah membahas penggantian huruf oleh orang yang mampu mengucapkannya dengan benar. Akibat awal yang diterangkan ialah bacaan kata itu tidak memenuhi tuntutan, sehingga perlu diperbaiki sesuai aturan. Jangan menyederhanakannya menjadi setiap kekeliruan yang segera dikoreksi pasti membatalkan seluruh salat tanpa melihat keadaan.

Urutan bukan pilihan

Al-Fatihah dibaca menurut susunan ayat dan katanya. Menukar urutan atau sengaja melewati bagian tidak sama dengan membaca lengkap. Basmalah dan tasydid yang disebut sebelumnya merupakan bagian dari perhatian terhadap keutuhan bacaan. Pemula sebaiknya berlatih perlahan bersama orang yang dapat membimbing, sambil mempertahankan bacaan yang sudah dikuasai.

Kesinambungan mempunyai batas wajar

Wala berarti bacaan berkesinambungan, tidak diputus dengan tindakan atau jeda yang menyalahi ketentuannya. Namun napas pendek dan kebutuhan wajar tidak otomatis memutus. Bait 265 menjelaskan jeda, dan 266 memberi pengecualian karena mengikuti bacaan imam. Membaca tiga bait bersama mencegah munculnya aturan ketat yang tidak disebut syarah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 76. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لو أبدل الحرف بحرف أبطلا

لو membuka syarat; أبدل fi‘il dengan الحرف objek dan بحرف penggantinya. أبطل jawab tentang rusaknya bacaan yang dimaksud.

وواجب ترتيبها مع الولا

واجب khabar yang didahulukan, ترتيبها mubtada; مع الولا menambahkan kesinambungan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أبدل

Akar
ب د ل
Pola / bentuk
أَفْعَلَ

Madhi أبدل, mengganti.

ترتيبها

Akar
ر ت ب
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar رتّب, menjaga susunan.

Hubungan bait

Keutuhan bacaan pada 263 diteruskan dengan jeda dan pengecualiannya pada 265–266.

Intisari & faedah
  1. Kesalahan kata dibaca dengan konteks kemampuan dan cara perbaikannya.
  2. Urutan dan kesinambungan Al-Fatihah merupakan ketentuan yang berbeda tetapi sama-sama diperhatikan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar keliru satu huruf lalu segera memperbaiki kata tersebut.

Cara memahami

Ia belajar menjaga keutuhan bacaan tanpa langsung menyimpulkan seluruh salat pasti batal.

Batas penerapan

Keterbatasan lidah dan kesalahan sengaja mempunyai rincian berbeda.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 756

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

Inti makna

Riwayat menegaskan kedudukan membaca Fatihatul Kitab dalam salat.

Kaitan dengan bait

Dasar tuntutan membaca Al-Fatihah; bentuk bacaan yang memenuhi diperinci oleh fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah kata abthala selalu berarti seluruh salat batal seketika meskipun bacaan diperbaiki?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak sesederhana itu. Syarah terlebih dahulu membahas rusaknya bacaan kata dan ketentuan perbaikannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لو أبدل الحرف بحرف

jika mengganti huruf dengan huruf lain

أبطلا

membatalkan bacaan itu

وواجب ترتيبها

dan wajib urutannya

مع الولا

beserta kesinambungannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لو أبدَلَ الحَرفَ بحرفٍ أبْطَلا

Buka penggal 2

وواجِبٌ ترتيبُهَا مَعَ الوِلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 264 — Huruf, urutan, dan kesinambungan Al-FatihahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan