Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Al-Fatihah dan penggantinya · Bait 266 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- لا بسجوده
- tidak karena sujudnya
- وتأمين
- dan ucapan amin
- ولا سؤاله
- atau permohonannya
- لما إمامه تلا
- karena yang dibaca imamnya
Terjemahan bait 266
Tidak terputus karena sujud tilawah, mengucapkan amin, atau memohon ketika imamnya membaca ayat yang berkaitan.
Syarah · keterangan lengkap
Pengecualian untuk kepentingan salat
Sujud tilawah bersama imam, amin terhadap bacaannya, dan doa yang terkait ayat imam mempunyai hubungan langsung dengan salat yang sedang diikuti. Syarah menjadikannya pengecualian dari pemutus kesinambungan Al-Fatihah. Karena itu mengikuti tindakan imam tidak diperlakukan sama dengan menyela bacaan menggunakan perkataan yang tidak terkait.
Kata imamnya menentukan konteks
Pengecualian dikaitkan dengan imam sendiri. Syarah membedakan respons terhadap bacaan orang lain yang bukan imamnya, karena itu tidak mempunyai hubungan yang sama dengan jamaah yang diikuti. Pelajar perlu memperhatikan dhamir kecil seperti hu: kata itu dapat membatasi penerapan hukum secara penting.
Tetap menjaga peran sebagai makmum
Respons dilakukan pada tempat dan bentuk yang disyariatkan, bukan menambahkan percakapan bebas di sela Al-Fatihah. Setelah respons selesai, bacaan diteruskan sesuai ketentuan. Pembahasan ini membantu menggabungkan kewajiban membaca dengan mengikuti imam tanpa membuat keduanya tampak saling meniadakan. Detail masbuk dan makmum yang mempunyai waktu cukup tetap dipelajari tersendiri.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 77. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لا بسجوده وتأمين ولا سؤاله
لا menafikan putusnya kesinambungan karena tiga respons; bacaan sebagai pokok hukum dipahami dari bait sebelumnya.
لما إمامه تلا
لما menghubungkan respons dengan yang dibaca; إمامه subjek dan تلا fi‘il, dengan ه menunjuk imam pelaku salat itu.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Pengecualian ini melengkapi kesinambungan 264–265 dan berkaitan dengan kewajiban makmum pada 263.
Intisari & faedah
- Respons yang terkait imam sendiri mempunyai kedudukan khusus.
- Pengecualian tidak berarti bebas menyisipkan percakapan.
Contoh penerapan
Keadaan
Imam selesai Al-Fatihah ketika makmum masih membaca, lalu makmum mengucapkan amin.
Cara memahami
Respons yang disyariatkan itu tidak otomatis memutus rangkaian menurut penjelasan syarah.
Batas penerapan
Respons kepada orang lain yang bukan imam mempunyai ketentuan berbeda.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 780
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
إذا أمن الإمام فأمنوا
Inti makna
Ketika imam mengucapkan amin, makmum mengikuti amin, dengan keutamaan yang diterangkan riwayat.
Kaitan dengan bait
Hadis memerintahkan makmum mengucapkan amin bersama imam; hubungan dengan kesinambungan Al-Fatihah diterangkan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa kata imamnya perlu diperhatikan?
Lihat pembahasan jawaban
Karena pengecualian dikaitkan dengan bacaan imam yang sedang diikuti, bukan setiap bacaan yang terdengar.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
لا بسجوده
tidak karena sujudnya
وتأمين
dan ucapan amin
ولا سؤاله
atau permohonannya
لما إمامه تلا
karena yang dibaca imamnya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
لا بسجُودِهِ وتأمينٍ ولا
Buka penggal 2
سُؤَالِهِ لِمَا إِمَامُهُ تَلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 266 — Respons terhadap bacaan imamNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.