Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Al-Fatihah dan penggantinya · Bait 267 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم من الآيات سبع
- kemudian tujuh ayat lainnya
- والولا أولى
- dan yang berurutan lebih utama
- من التفريق
- daripada yang terpisah
- ثم الذكر لا
- kemudian zikir yang tidak
Terjemahan bait 267
Kemudian tujuh ayat lainnya; yang berurutan lebih utama daripada terpisah, kemudian zikir yang tidak—
Syarah · keterangan lengkap
Pengganti setelah ketidakmampuan
Orang yang sungguh belum mampu membaca Al-Fatihah mengikuti urutan pengganti yang diterangkan syarah. Mula-mula tujuh ayat dari Al-Qur’an selainnya sesuai syarat. Ini bukan pilihan bebas bagi orang yang sebenarnya mampu, dan kewajiban mempelajari Al-Fatihah tetap dijalankan sesuai kesempatan dan kemampuan.
Urutan ayat lebih utama
Tujuh ayat yang berurutan lebih menyerupai bentuk satu rangkaian Al-Fatihah sehingga disebut lebih utama daripada ayat yang terpencar. Syarat panjang pengganti dibahas pada 268. Jangan hanya menghitung tujuh ayat yang sangat pendek lalu mengabaikan ketentuan jumlah huruf yang disampaikan syarah.
Zikir ketika bacaan pengganti tidak mampu
Jika tidak sanggup ayat pengganti, beralih kepada zikir sesuai ketentuan. Kalimat akhir tidak selesai sebelum bait berikut: zikir pengganti tidak kurang dari ukuran yang ditetapkan. Pelajar baru dibimbing secara bertahap, bukan diminta meninggalkan salat sampai seluruh bacaan sempurna. Ibadah dijalankan sambil kemampuan baca terus ditingkatkan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 77. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم من الآيات سبع
ثم urutan pengganti; سبع menunjuk tujuh ayat dengan من الآيات sebagai penjelas jenisnya.
والولا أولى من التفريق ثم الذكر لا
الولا mubtada dan أولى khabar perbandingan; ثم الذكر membuka pengganti berikut, لا disambung ينقص pada 268.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Pengganti mengikuti kewajiban Al-Fatihah pada 263 dan batasnya diselesaikan pada 268.
Intisari & faedah
- Pengganti dipakai karena ketidakmampuan nyata, bukan pilihan bebas.
- Tujuh ayat tetap dibaca bersama syarat panjang pada bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang baru belajar belum mampu Al-Fatihah tetapi menguasai beberapa ayat lain.
Cara memahami
Ia mengikuti urutan pengganti dengan bimbingan dan tetap belajar Al-Fatihah.
Batas penerapan
Tidak menunda seluruh salat sampai bacaan sempurna.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Jami‘ at-Tirmidzi 302
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإن كان معك قرآن فاقرأ وإلا فاحمد الله وكبره وهلله
Inti makna
Riwayat pengajaran salat menyebut membaca Al-Qur’an yang dikuasai, atau pujian, takbir, dan tahlil bila belum mampu.
Kaitan dengan bait
Riwayat pengajaran salat menjelaskan membaca Al-Qur’an yang dikuasai dan zikir bagi yang belum mampu.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah orang yang sudah mampu Al-Fatihah bebas menggantinya dengan tujuh ayat lain?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Pengganti dibahas untuk ketidakmampuan yang diperhitungkan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم من الآيات سبع
kemudian tujuh ayat lainnya
والولا أولى
dan yang berurutan lebih utama
من التفريق
daripada yang terpisah
ثم الذكر لا
kemudian zikir yang tidak
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثم مِنَ الآياتِ سَبْعٌ والْوِلا
Buka penggal 2
أَوْلَى مِنَ التَّفريقِ ثُم الذِّكْرُ لا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 267 — Pengganti Al-Fatihah bagi yang belum mampuNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.