Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 269
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukuk, sujud, dan penutup salat · Bait 269 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لركبة بالانحنا
lutut dengan membungkuk
والاعتدال
dan iktidal
عود إلى ما كان قبله
kembali ke keadaan sebelumnya
فزال
yang telah ditinggalkan
Terjemahan bait 269

Lutut dengan membungkuk; iktidal ialah kembali ke keadaan sebelum rukuk yang telah ditinggalkan.

Syarah · keterangan lengkap

Menyelesaikan ukuran rukuk

Untuk orang berdiri dengan tubuh yang wajar, membungkuk hingga telapak dapat mencapai lutut menjadi ukuran minimum rukuk yang dijelaskan. Yang menjadi ukuran ialah pembungkukan punggung, bukan sekadar menekuk lutut sambil tubuh tetap hampir tegak. Bentuk yang lebih sempurna dibahas pada sunah gerakan berikutnya.

Iktidal adalah kembali dari rukuk

Orang yang salat berdiri kembali tegak; orang yang memiliki pengganti posisi kembali ke keadaan sebelum rukuk sesuai kemampuannya. Iktidal bukan sekadar mengangkat kepala sedikit kemudian langsung sujud. Ada posisi kembali yang perlu dicapai dan ketenangan yang akan ditegaskan pada 271.

Gerakan dimaksudkan sebagai bagian salat

Syarah menekankan agar gerakan tidak dialihkan kepada maksud lain. Jika seseorang terangkat semata-mata karena terkejut, pembahasan pemenuhan iktidal perlu diperbaiki sesuai ketentuannya. Bagi pelajar, latihan perlahan membantu mengenali perbedaan rukuk, kembali, dan sujud sebagai rukun yang terpisah, sehingga tidak menyatukannya dalam gerakan tergesa tanpa jeda.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 77. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لركبة بالانحنا

لركبة melengkapi تنال كف pada 268; بالانحنا menerangkan cara mencapai ukuran rukuk.

والاعتدال عود إلى ما كان قبله فزال

الاعتدال mubtada, عود khabar; إلى ما كان قبله menjelaskan kembali ke keadaan sebelum rukuk.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الاعتدال

Akar
ع د ل
Pola / bentuk
افْتِعَال

Masdar اعتدل, kembali lurus atau seimbang dalam posisi salat.

عود

Akar
ع و د
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar عاد, kembali.

Hubungan bait

Menyelesaikan rukuk pada 268, lalu menuju sujud 270 dan tumakninah pada 271.

Intisari & faedah
  1. Rukuk mempunyai ukuran bentuk, bukan hanya gerak kepala.
  2. Iktidal perlu kembali ke posisi sebelum rukuk sesuai kemampuan.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang bangkit sedikit dari rukuk lalu langsung turun sujud.

Cara memahami

Ia belajar mencapai iktidal dan tenang lebih dahulu.

Batas penerapan

Bagi yang beruzur, posisi kembali mengikuti kemampuan yang sah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 757

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

ثم اركع حتى تطمئن راكعا

Inti makna

Dalam pengajaran salat, Nabi memerintahkan rukuk dengan tenang; riwayat lengkap juga menerangkan takbir, bacaan, iktidal, sujud, dan duduk.

Kaitan dengan bait

Riwayat pengajaran salat menyebut rukuk dengan tenang dan bangkit hingga tegak.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah iktidal cukup dengan sedikit mengangkat kepala dari rukuk?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Perlu kembali ke posisi sebelumnya sesuai kemampuan dan memenuhi ketenangan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لركبة بالانحنا

lutut dengan membungkuk

والاعتدال

dan iktidal

عود إلى ما كان قبله

kembali ke keadaan sebelumnya

فزال

yang telah ditinggalkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لِرُكْبَةٍ بالاِنحِنَا والاعتِدَالْ

Buka penggal 2

عَوْدٌ إلى ما كانَ قبلَهُ فَزَالْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 269 — Ukuran rukuk dan kembali iktidalNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan