Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 27
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengenal Allah dan sifat-Nya · Bait 27 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
قدرته
kekuasaan-Nya
لكل مقدور جعل
berlaku bagi setiap yang dapat dikuasai
وعلمه
dan ilmu-Nya
لكل معلوم شمل
meliputi setiap yang diketahui
Terjemahan bait 27

Kekuasaan-Nya berlaku atas setiap yang mungkin dikuasai, dan ilmu-Nya meliputi setiap yang diketahui.

Syarah · keterangan lengkap

Apa yang dimaksud maqdur?

Maqdur dalam pembahasan sifat adalah perkara mungkin: sesuatu yang secara akal dapat ada atau tidak ada. Kekuasaan Allah berkaitan dengan mengadakan atau meniadakan yang mungkin. Ungkapan ini tidak berarti kekuasaan-Nya terbatas oleh makhluk. Perkara mustahil secara logis bukan objek yang mungkin diwujudkan, seperti sesuatu yang sekaligus ada dan tidak ada dalam pengertian, waktu, dan sisi yang sama.

Menghindari pertanyaan yang rancu

Pertanyaan tentang menciptakan sesuatu yang sekaligus membatalkan kemahakuasaan menyatukan dua pengertian yang saling meniadakan. Ketiadaan objek semacam itu bukan kekurangan kekuasaan. Pelajar perlu membedakan sulit menurut kebiasaan manusia dengan mustahil secara akal. Laut terbelah adalah luar biasa menurut kebiasaan, tetapi tidak sama jenisnya dengan pertentangan logis.

Ilmu yang meliputi

Ilmu Allah mencakup yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi, serta segala perkara yang dapat diketahui. Pengetahuan-Nya tidak diperoleh melalui belajar, penelitian, atau menunggu kabar. Dalam ilmu kalam, cakupan ilmu dibedakan dari cakupan kuasa: Allah mengetahui pula kemustahilan sesuatu, tanpa berarti hal mustahil itu menjadi ciptaan yang mungkin. Kesadaran ini mendidik kejujuran saat tidak dilihat manusia dan kerendahan hati terhadap batas pengetahuan diri.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 11. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

قدرته لكل مقدور جعل

قدرتُه pokok pembicaraan; قدرة mudhaf dan ه mudhaf ilaih. لكل adalah jar-majrur dan مقدور mudhaf ilaih. Pada redaksi nazam ini, susunan maknanya ialah cakupan kuasa atas setiap perkara mungkin; jangan mengubahnya menjadi klaim bahwa sifat Allah baru diciptakan.

وعلمه لكل معلوم شمل

علمُه mubtada. شملَ kata kerja lampau dengan pelaku tersirat kembali kepada ilmu; kalimatnya melengkapi khabar. لكل معلوم menerangkan keluasan cakupan. Penentuan lengkap takdir lafaz جعل pada penggal pertama perlu mengikuti bacaan guru/edisi; bagian yang pasti dianalisis di sini ialah idhafah dan jar-majrurnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مقدور

Akar
ق د ر
Pola / bentuk
مَفْعُول

Isim maf‘ul dari قَدَرَ. Dalam ilmu kalam, yang dimaksud perkara mungkin yang termasuk cakupan kuasa.

معلوم

Akar
ع ل م
Pola / bentuk
مَفْعُول

Isim maf‘ul dari عَلِمَ: sesuatu yang diketahui. Cakupan ilmu tidak disamakan begitu saja dengan cakupan kuasa.

Hubungan bait

Bait 26 menyebut Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Di sini kuasa dan ilmu dibedakan cakupannya; bait 28 menghubungkannya dengan penciptaan dan pengaturan.

Intisari & faedah
  1. Maqdur pada pembahasan ini berkaitan dengan perkara mungkin.
  2. Allah mengetahui seluruh yang dapat diketahui; pengetahuan-Nya bukan hasil belajar.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang bertanya tentang benda yang sekaligus ada dan tidak ada dalam sisi yang sama.

Cara memahami

Pelajar membedakan kontradiksi logis dari sesuatu yang hanya sulit menurut kebiasaan.

Batas penerapan

Mustahil secara logis bukan benda mungkin yang gagal diciptakan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Talaaq 65:12

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍۢ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

Inti makna

Allah menciptakan tujuh langit dan bumi yang seumpamanya; perintah-Nya berlaku di antaranya agar manusia mengetahui keluasan kuasa dan ilmu-Nya.

Kaitan dengan bait

Ayat menyandingkan kuasa Allah atas segala sesuatu dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah kata مقدور dan معلوم mempunyai pola sharaf yang sama?

Lihat pembahasan jawaban

Ya, keduanya berpola مفعول sebagai isim maf‘ul, tetapi akar dan cakupan maknanya berbeda.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

قدرته

kekuasaan-Nya

لكل مقدور جعل

berlaku bagi setiap yang dapat dikuasai

وعلمه

dan ilmu-Nya

لكل معلوم شمل

meliputi setiap yang diketahui

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

قُدرَتُهُ لِكُلِّ مَقدُورٍ جُعِلْ

Buka penggal 2

وعِلمُهُ لكل مَعلومٍ شَمِلْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 27 — Kekuasaan dan ilmu AllahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan