Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukuk, sujud, dan penutup salat · Bait 271 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وقعدة بينهما
- dan duduk di antara keduanya
- للفصل
- sebagai pemisah
- ويطمئن لحظة
- dan tenang sejenak
- في الكل
- pada semuanya
Terjemahan bait 271
Duduk di antara keduanya sebagai pemisah, dan tenang sejenak pada semuanya.
Syarah · keterangan lengkap
Duduk memisahkan dua sujud
Sesudah sujud pertama, orang kembali duduk sebelum melakukan sujud kedua. Pemisahan ini merupakan rukun, bukan jeda pilihan yang boleh dilewati demi cepat selesai. Bentuk duduk yang disunahkan akan diterangkan tersendiri; kewajiban dasarnya dibedakan dari rincian postur yang menyempurnakannya.
Tenang setelah gerakan
Tumakninah ialah adanya diam atau ketenangan setelah gerakan, sesuai penjelasan syarah. Tempat yang dimaksud ialah rukuk, iktidal, sujud, dan duduk antara dua sujud. Tubuh tidak terus bergerak tanpa pernah mencapai posisi yang diminta. Matan menggabungkannya dalam hitungan tiga belas, sedangkan hitungan tujuh belas memisahkan empat tempat ini.
Bukan sekadar mempercepat bacaan
Mengucapkan zikir cepat tidak menggantikan ketenangan tubuh yang belum tercapai. Sebaliknya, belajar tumakninah tidak harus memakai hitungan detik buatan yang membuat waswas. Latihan yang membantu ialah mencapai posisi, membiarkan gerak reda secara wajar, lalu melanjutkan. Jika ada keterbatasan tubuh, lakukan ketenangan pada bentuk pengganti yang mampu, sesuai pembahasan sebelumnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 78. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وقعدة بينهما للفصل
قعدة bagian daftar rukun; بينهما menunjuk dua sujud, للفصل menerangkan tujuan pemisahan.
ويطمئن لحظة في الكل
يطمئن فعل dengan pelaku salat dipahami; لحظة kadar sejenak, في الكل kembali kepada gerakan yang disebut syarah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melengkapi sujud pada 270 dan menjelaskan perbedaan hitungan rukun pada 250.
Intisari & faedah
- Duduk antara dua sujud merupakan rukun.
- Tumakninah ialah ketenangan tubuh, tidak diganti dengan bacaan yang tergesa.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang bergerak terus dari rukuk ke sujud tanpa berhenti pada iktidal.
Cara memahami
Ia melatih tiap posisi sampai tercapai ketenangan yang wajar.
Batas penerapan
Tidak membuat ukuran detik yang tidak diterangkan sebagai syarat tambahan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 757
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ثم اركع حتى تطمئن راكعا
Inti makna
Dalam pengajaran salat, Nabi memerintahkan rukuk dengan tenang; riwayat lengkap juga menerangkan takbir, bacaan, iktidal, sujud, dan duduk.
Kaitan dengan bait
Riwayat pengajaran salat berulang kali memerintahkan tenang pada rukuk, sujud, dan duduk.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah membaca zikir dengan cepat sudah cukup jika tubuh belum tenang?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Tumakninah berkaitan dengan tercapainya ketenangan pada posisi rukun.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وقعدة بينهما
dan duduk di antara keduanya
للفصل
sebagai pemisah
ويطمئن لحظة
dan tenang sejenak
في الكل
pada semuanya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وَقَعْدَةٌ بينهُمَا للفَصْلِ
Buka penggal 2
ويطْمَئِنُّ لحظةً في الكُلِّ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 271 — Duduk antara dua sujud dan tumakninahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.