Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 272
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukuk, sujud, dan penutup salat · Bait 272 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثم التشهد الأخير
kemudian tasyahud terakhir
فاقعد فيها
maka duduklah padanya
مصليا على محمد
sambil berselawat kepada Muhammad
Terjemahan bait 272

Kemudian tasyahud terakhir; duduklah padanya sambil membaca selawat kepada Muhammad.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga unsur dalam bagian akhir

Bait merangkum tasyahud akhir, duduk untuknya, dan selawat kepada Nabi Muhammad. Ketiganya perlu dikenali dalam daftar rukun mazhab matan. Pada salat dua rakaat, tasyahud satu-satunya adalah tasyahud akhir; istilah akhir tidak berarti hanya ada pada salat yang mempunyai dua kali tasyahud.

Berbeda dari tasyahud awal

Tasyahud awal pada salat tiga atau empat rakaat mempunyai kedudukan sunah ab‘adh, yang akan dibahas pada 274. Karena itu tertinggalnya tasyahud akhir tidak diselesaikan dengan cara yang sama seperti tertinggalnya tasyahud awal. Menghafal nama awal dan akhir bersama kedudukannya membantu memahami tindakan ketika lupa.

Selawat dan bentuk yang dipelajari

Syarah membahas kadar yang memenuhi rukun dan bentuk selawat yang lebih sempurna. Pemula sebaiknya mempelajari satu bacaan yang benar dengan tenang, lalu memahami mana unsur wajib dan mana penyempurna. Bait tidak menuntut menambahkan doa bebas sebagai pengganti tasyahud. Sesudah bagian ini, salam pertama dan urutan rukun menutup daftar pada 273.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 78. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ثم التشهد الأخير فاقعد فيها

التشهد الأخير bagian daftar rukun; فاقعد perintah duduk, فيها dipahami pada bagian salat/tasyahud yang sedang dibahas.

مصليا على محمد

مصليا hal dari pelaku yang duduk, على محمد berhubungan dengan berselawat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التشهد

Akar
ش ه د
Pola / bentuk
تَفَعُّل

Masdar تشهّد, membaca syahadat dalam rangkaian tasyahud.

مصليا

Akar
ص ل و
Pola / bentuk
مُفَعِّل dengan i‘lal

Isim fa‘il صلّى, di sini orang yang membaca selawat.

Hubungan bait

Bagian akhir rukun diselesaikan pada 273; bedakan tasyahud awal dan selawat tambahan pada 274–275.

Intisari & faedah
  1. Tasyahud pada salat dua rakaat adalah tasyahud akhir.
  2. Tasyahud awal dan akhir mempunyai kedudukan berbeda.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar lupa tasyahud akhir dan mengira cukup menambah sujud sahwi seperti ketika lupa tasyahud awal.

Cara memahami

Ia membedakan rukun dari sunah ab‘adh dan mempelajari cara memperbaiki rukun yang tertinggal.

Batas penerapan

Sujud sahwi tidak otomatis menggantikan rukun.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Ahzaab 33:56

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Inti makna

Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi; orang beriman diperintahkan berselawat dan mengucapkan salam kepada beliau.

Kaitan dengan bait

Perintah selawat menjadi dasar umum; penempatannya sebagai rukun dalam salat diterangkan mazhab.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih al-Bukhari 3370

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

Inti makna

Nabi mengajarkan permohonan selawat kepada beliau dan keluarga beliau, dengan rangkaian lengkap pada sumber.

Kaitan dengan bait

Riwayat mengajarkan lafaz selawat kepada Nabi dan keluarganya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa tasyahud akhir tidak diperlakukan sama dengan tasyahud awal ketika tertinggal?

Lihat pembahasan jawaban

Karena dalam matan tasyahud akhir termasuk rukun, sedangkan tasyahud awal termasuk sunah ab‘adh.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثم التشهد الأخير

kemudian tasyahud terakhir

فاقعد فيها

maka duduklah padanya

مصليا على محمد

sambil berselawat kepada Muhammad

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثُمَّ التَّشَهُّدُ الأخيرُ فاقْعُدِ

Buka penggal 2

فيها مُصَلِّيَا على مُحَمَّدِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 272 — Tasyahud akhir, duduk, dan selawatNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan