Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukuk, sujud, dan penutup salat · Bait 273 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم السلام أولا
- kemudian salam pertama
- لا الثاني
- bukan yang kedua
- والآخر
- dan yang terakhir
- الترتيب في الأركان
- tertib dalam rukun-rukun
Terjemahan bait 273
Kemudian salam pertama, bukan yang kedua; rukun terakhir ialah tertib dalam rukun-rukun.
Syarah · keterangan lengkap
Salam yang mengakhiri salat
Salam pertama merupakan rukun penutup. Syarah menerangkan kadar minimal lafaz assalamu ‘alaikum, dengan bentuk yang lebih lengkap dalam praktik sunah. Salam kedua mempunyai kedudukan sunah dan dibahas pada 299. Perbedaan ini membantu mengenali mana unsur yang diperlukan untuk selesai dari salat dan mana yang menyempurnakan.
Rukun mempunyai susunan
Tertib berarti menjalankan rukun menurut urutan yang ditetapkan. Tidak cukup melakukan seluruh unsur dalam susunan bebas, misalnya sengaja sujud sebelum rukuk lalu menganggap jumlah gerakannya sudah lengkap. Salat mempunyai rangkaian yang diteladankan, sehingga hubungan antarbagian menjadi bagian dari kewajibannya.
Lupa memerlukan cara perbaikan
Jika rukun tertinggal karena lupa, cara memperbaikinya mengikuti letak ingatan dan posisi salat saat itu. Satu bait tertib tidak dimaksudkan menjelaskan seluruh kasus tersebut. Pembaca terlebih dahulu menguasai urutan normal, kemudian mempelajari bab sujud sahwi dan rukun yang terlewat. Jangan menganggap semua ketidaktertiban cukup ditutup dengan dua sujud tambahan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 78. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثم السلام أولا لا الثاني
السلام bagian daftar rukun; أولا menunjukkan salam pertama, لا الثاني mengecualikan salam kedua dari rukun.
والآخر الترتيب في الأركان
الآخر mubtada, الترتيب khabar; في الأركان menerangkan lingkup urutan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Menutup daftar rukun 250–273 sebelum ab‘adh pada 274; salam sunah dibahas kembali pada 299–300.
Intisari & faedah
- Salam pertama rukun, salam kedua sunah.
- Melakukan semua gerakan tanpa urutan tidak sama dengan memenuhi rukun secara benar.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang mengira yang penting seluruh gerakan telah dilakukan meskipun urutannya sengaja dibalik.
Cara memahami
Ia memahami tertib sebagai rukun tersendiri.
Batas penerapan
Kasus lupa dipelajari dengan perincian perbaikan, bukan dipukul rata dengan yang disengaja.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 631
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
وصلوا كما رأيتموني أصلي فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم
Inti makna
Nabi mengajarkan meneladani cara salat beliau dan mengumandangkan azan ketika waktu tiba.
Kaitan dengan bait
Perintah meneladani cara salat Nabi menjadi dasar umum menjaga susunan; rincian rukun dijelaskan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah salam kedua termasuk rukun dalam daftar ini?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Yang menjadi rukun ialah salam pertama.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم السلام أولا
kemudian salam pertama
لا الثاني
bukan yang kedua
والآخر
dan yang terakhir
الترتيب في الأركان
tertib dalam rukun-rukun
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثُمَّ السَّلامُ أولاً لا الثَّانِي
Buka penggal 2
والآخِرُ الترتيبُ في الأركانِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 273 — Salam pertama dan urutan rukunNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.