Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 275
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah ab‘adh dan qunut · Bait 275 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
على النبي
kepada Nabi
وآله في الآخر
dan keluarganya pada yang akhir
ثم القنوت
kemudian qunut
وقيام القادر
dan berdirinya orang yang mampu
Terjemahan bait 275

Kepada Nabi, dan kepada keluarganya pada tasyahud akhir; kemudian qunut dan berdirinya orang yang mampu.

Syarah · keterangan lengkap

Dua tempat selawat dibedakan

Awal bait melengkapi selawat kepada Nabi dalam tasyahud awal pada 274. Selanjutnya disebut selawat kepada keluarga Nabi dalam tasyahud akhir sebagai ab‘adh. Ini berbeda dari selawat kepada Nabi pada tasyahud akhir yang sudah termasuk rukun. Perhatikan objek dan tempat bacaan agar kedudukan keduanya tidak tertukar.

Qunut dan posisi berdirinya

Qunut dalam tempat yang ditentukan termasuk ab‘adh, demikian pula berdiri untuknya bagi yang mampu. Tempat dan waktu qunut baru dijelaskan pada 276. Jadi kata qunut tidak berarti setiap doa yang disisipkan pada setiap posisi salat memiliki kedudukan ab‘adh yang sama.

Menghormati perbedaan mazhab

Pembahasan ini mengikuti pilihan mazhab Syafi‘i yang dijelaskan pengarang. Praktik qunut dikenal mempunyai perbedaan pendapat antarulama. Pelajar memahami ketentuan kitabnya sambil tetap menjaga adab berjamaah dan tidak menyimpulkan salat orang lain batal hanya karena berbeda pada sunah. Pengaturan mengikuti imam mempunyai pembahasan sendiri pada bab jamaah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

على النبي وآله في الآخر

على النبي melengkapi صلاة pada 274; وآله في الآخر menerangkan selawat kepada keluarga dalam tasyahud akhir.

ثم القنوت وقيام القادر

القنوت وقيام القادر melanjutkan daftar ab‘adh; posisi qunut dibatasi bait berikut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

القنوت

Akar
ق ن ت
Pola / bentuk
فُعُول

Masdar قنت, di sini doa pada tempat tertentu dalam salat.

القادر

Akar
ق د ر
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il قدر, orang yang mampu berdiri.

Hubungan bait

Menyelesaikan selawat pada 274, membedakannya dari rukun 272, dan membuka tempat qunut pada 276.

Intisari & faedah
  1. Selawat kepada Nabi pada tasyahud akhir dibedakan dari selawat kepada keluarganya.
  2. Kedudukan qunut dijelaskan dalam kerangka mazhab matan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menyamakan semua selawat dalam salat sebagai sunah ab‘adh.

Cara memahami

Ia memisahkan selawat kepada Nabi pada tasyahud akhir yang termasuk rukun dari tambahan yang dibahas di sini.

Batas penerapan

Perbedaan sunah antarmazhab tidak langsung menjadi vonis batal.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 3370

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

Inti makna

Nabi mengajarkan permohonan selawat kepada beliau dan keluarga beliau, dengan rangkaian lengkap pada sumber.

Kaitan dengan bait

Riwayat mengajarkan selawat kepada Nabi dan keluarganya; kedudukan bagian-bagiannya diterangkan mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah selawat kepada Nabi pada tasyahud akhir juga hanya ab‘adh menurut matan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Bagian itu termasuk rukun; yang dibahas di sini perlu dibedakan tempat dan objeknya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

على النبي

kepada Nabi

وآله في الآخر

dan keluarganya pada yang akhir

ثم القنوت

kemudian qunut

وقيام القادر

dan berdirinya orang yang mampu

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

على النَّبِيِّ وآلِهِ في الآخِرِ

Buka penggal 2

ثم القُنُوتُ وقِيَامُ القادِرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 275 — Selawat keluarga Nabi dan qunutNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan