Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 276
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah ab‘adh dan qunut · Bait 276 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
في الاعتدال الثان
pada iktidal kedua
من صبح
dari salat Subuh
وفي وتر لشهر الصوم
dan pada witir bulan puasa
إذ ينتصف
ketika memasuki separuh akhirnya
Terjemahan bait 276

Pada iktidal kedua Subuh, dan pada witir bulan puasa ketika memasuki separuh akhirnya.

Syarah · keterangan lengkap

Qunut Subuh setelah rukuk kedua

Bait melengkapi posisi qunut: iktidal rakaat kedua Subuh. Dalam pilihan mazhab matan, qunut pada tempat ini termasuk ab‘adh. Menempatkannya sebelum rukuk atau pada rakaat pertama tidak otomatis sama dengan tempat yang disebut. Perincian jika salah tempat atau lupa dibahas dalam syarah dan bab sahwi.

Witir pada separuh akhir Ramadan

Qunut juga disebut pada witir dalam separuh terakhir Ramadan, bukan seluruh salat sepanjang bulan itu. Waktu, jenis salat, dan posisinya perlu dipadukan. Lafaz doa yang diajarkan dalam riwayat membantu pelaksanaan, tetapi hadis doa witir tidak sendirian menjelaskan seluruh pembatasan waktu yang dipilih mazhab.

Menjaga adab dalam perbedaan

Ada perbedaan praktik qunut di antara mazhab dan jamaah. Pelajaran ini menerangkan pilihan kitab, tanpa mengubah sunah menjadi alasan perselisihan. Orang yang mengikuti imam mempelajari aturan jamaah, sedangkan yang salat sendiri menjalankan tuntunan yang dipahaminya. Qunut juga dibedakan dari qunut nazilah untuk keadaan tertentu, yang tidak seluruh ketentuannya diringkas oleh bait ini.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في الاعتدال الثان من صبح

Jar-majrur menerangkan tempat القنوت pada 275; الثان sifat iktidal rakaat kedua, من صبح jenis salat.

وفي وتر لشهر الصوم إذ ينتصف

في وتر tempat kedua, لشهر الصوم membatasi Ramadan, إذ ينتصف menunjukkan separuh akhir yang dimaksud syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الصوم

Akar
ص و م
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar صام, puasa; شهر الصوم menunjuk Ramadan.

ينتصف

Akar
ن ص ف
Pola / bentuk
يَفْتَعِلُ

Mudhari‘ انتصف, mencapai pertengahan.

Hubungan bait

Bait menyelesaikan qunut pada 275 dan penjelasan ab‘adh sejak 274; witir sebelumnya dikenalkan pada 236.

Intisari & faedah
  1. Tempat qunut Subuh ialah iktidal rakaat kedua menurut matan.
  2. Qunut witir yang disebut dibatasi separuh akhir Ramadan dalam pilihan mazhab ini.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengira doa qunut dapat dipindah ke rakaat pertama tanpa membedakan tempat.

Cara memahami

Ia mempelajari posisi yang ditetapkan dan tata cara jika terlupa.

Batas penerapan

Praktik mazhab lain tetap dibaca dengan adab dan pengetahuan konteksnya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Jami‘ at-Tirmidzi 464

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

اللهم اهدني فيمن هديت

Inti makna

Hasan bin Ali menerima pengajaran doa qunut witir, diawali permohonan petunjuk bersama orang yang diberi petunjuk.

Kaitan dengan bait

Riwayat Hasan bin Ali mengajarkan doa qunut witir; pembatasan separuh akhir Ramadan merupakan rincian mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Pada posisi mana qunut Subuh disebut oleh matan?

Lihat pembahasan jawaban

Iktidal rakaat kedua.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

في الاعتدال الثان

pada iktidal kedua

من صبح

dari salat Subuh

وفي وتر لشهر الصوم

dan pada witir bulan puasa

إذ ينتصف

ketika memasuki separuh akhirnya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

في الاعتِدَالِ الثَّانِ مِن صُبْحٍ وفي

Buka penggal 2

وِتْرٍ لشَهرِ الصومِ إذ يَنتَصِفِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 276 — Tempat qunut Subuh dan witir RamadanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan