Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 277
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Azan dan iqamah · Bait 277 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
سنتها من قبلها
sunahnya sebelum pelaksanaannya
الأذان مع إقامة
azan bersama iqamah
ولو بصحراء يقع
walaupun terjadi di tanah lapang
Terjemahan bait 277

Sunah sebelum salat ialah azan beserta iqamah, walaupun dilakukan di tanah lapang.

Syarah · keterangan lengkap

Sunah yang mendahului salat

Sesudah ab‘adh di dalam salat, matan membahas azan dan iqamah yang mendahuluinya. Syarah menjelaskan keduanya untuk salat fardu, dengan perincian jamaah maupun sendiri. Salat sunah tidak otomatis diberi azan dan iqamah hanya karena dilaksanakan bersama; panggilan tertentu untuk sunah mempunyai pembahasan berbeda.

Tidak bergantung pada bangunan masjid

Penyebutan padang terbuka menunjukkan anjuran tidak hanya berlaku di masjid berkubah atau tempat ramai. Orang sendiri di tempat jauh tetap dapat menjalankannya sesuai keadaan. Dalam jamaah, keduanya berkaitan dengan pengumuman waktu dan kesiapan memulai fardu, sehingga suara dan keterdengaran mempunyai fungsi yang jelas.

Azan dan iqamah berbeda peran

Azan memberi panggilan dan pemberitahuan, sedangkan iqamah menandai salat akan dimulai. Keduanya tidak ditukar urutannya atau dianggap bacaan bebas yang boleh diacak. Bait berikut menerangkan syarat kesinambungan, urutan, dan pelakunya. Mengetahui tujuan membantu membedakan syarat sah dari sifat yang hanya menyempurnakan pelaksanaan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

سنتها من قبلها الأذان مع إقامة

سنتها mubtada dan الأذان khabar; من قبلها menunjukkan mendahului salat, مع إقامة mengikutkan iqamah.

ولو بصحراء يقع

ولو menegaskan keberlakuan walaupun di tempat terbuka; بصحراء keterangan tempat, يقع fi‘il pelaksanaan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الأذان

Akar
أ ذ ن
Pola / bentuk
فَعَال

Nama panggilan yang memberitahukan salat.

إقامة

Akar
ق و م
Pola / bentuk
إِفْعَال dengan i‘lal

Masdar أقام, di sini panggilan menandai dimulainya salat.

Hubungan bait

Membuka sunah sebelum salat setelah ab‘adh 274–276; syarat dan adabnya diteruskan sampai 284.

Intisari & faedah
  1. Azan dan iqamah dibahas untuk fardu sesuai perinciannya.
  2. Anjuran tidak hanya berlaku di bangunan masjid.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang salat sendiri di tempat terbuka dan mengira azan hanya untuk masjid.

Cara memahami

Ia memahami bahwa matan tetap menyebut anjurannya menurut keadaan.

Batas penerapan

Sunah berjamaah tidak otomatis menggunakan azan seperti fardu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 631

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

وصلوا كما رأيتموني أصلي فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم

Inti makna

Nabi mengajarkan meneladani cara salat beliau dan mengumandangkan azan ketika waktu tiba.

Kaitan dengan bait

Riwayat pengajaran salat menyebut seorang mengumandangkan azan ketika waktu tiba.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah anjuran azan pada bait ini hanya berlaku jika ada bangunan masjid?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Matan menyebut bahkan di tanah lapang.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

سنتها من قبلها

sunahnya sebelum pelaksanaannya

الأذان مع إقامة

azan bersama iqamah

ولو بصحراء يقع

walaupun terjadi di tanah lapang

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

سُنَّتُهَا مِن قَبلِها الأذانُ مَعْ

Buka penggal 2

إقامَةٍ ولَو بصحراءَ يَقَعْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 277 — Azan dan iqamah sebelum farduNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan