Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 278
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Azan dan iqamah · Bait 278 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
شرطهما الولا
syarat keduanya kesinambungan
وترتيب ظهر
dan urutan yang jelas
وفي مؤذن
dan pada muazin
مميز ذكر
mampu membedakan dan laki-laki
Terjemahan bait 278

Syarat keduanya kesinambungan dan urutan yang jelas; pada muazin, mampu membedakan dan laki-laki—

Syarah · keterangan lengkap

Lafaz tidak diacak

Azan dan iqamah mempunyai susunan yang diteladankan. Tertib menjaga urutan, sedangkan wala menjaga rangkaiannya tidak terputus oleh jeda panjang. Napas atau istirahat singkat yang wajar tidak disamakan dengan pemutusan. Bila ada bagian terlewat, cara memperbaiki memperhatikan urutan dan kesinambungan, bukan menempelkan kata yang hilang sembarang di akhir.

Tamyiz sebagai kemampuan memahami

Muazin harus memahami tindakan yang dilakukannya, bukan hanya mengeluarkan suara tanpa kesadaran. Anak yang sudah tamyiz dibedakan dari yang belum mampu membedakan. Ini syarat kelayakan pelaksanaan ibadah, bukan penilaian bahwa orang dengan keterbatasan tertentu lebih rendah martabatnya.

Rincian mazhab tentang pelaku

Matan menyebut laki-laki untuk azan dalam pembahasan ini, kemudian Islam pada 279. Ketentuan terkait panggilan jamaah yang sedang diterangkan tidak dipakai untuk menilai nilai ibadah perempuan secara umum. Pembahasan iqamah jamaah perempuan dan suara memiliki rincian tersendiri. Pelajar terlebih dahulu mengenali syarat yang sedang disebut sebelum beralih ke sifat sunah muazin.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

شرطهما الولا وترتيب ظهر

شرطهما mubtada, الولا وترتيب khabar; هما kembali kepada azan dan iqamah.

وفي مؤذن مميز ذكر

في مؤذن membuka syarat pelaku; مميز ذكر sifat-sifat yang diteruskan أسلم pada 279.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مؤذن

Akar
أ ذ ن
Pola / bentuk
مُفَعِّل

Isim fa‘il أذّن, pelaku azan.

مميز

Akar
م ي ز
Pola / bentuk
مُفَعِّل

Isim fa‘il ميّز, mampu membedakan dan memahami.

Hubungan bait

Merinci azan-iqamah pada 277 dan harus disambung dengan syarat Islam serta pengetahuan waktu pada 279.

Intisari & faedah
  1. Tertib dan kesinambungan adalah dua syarat yang berbeda.
  2. Tamyiz berarti mampu memahami tindakan yang dilakukan.
Contoh penerapan

Keadaan

Muazin terhenti sebentar untuk bernapas lalu melanjutkan sesuai urutan.

Cara memahami

Jeda wajar tidak disamakan dengan putusnya rangkaian panjang.

Batas penerapan

Bagian yang terlewat diperbaiki sesuai urutan, bukan diacak.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 379

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

ثم يعود فيقول

Inti makna

Dalam pengajaran azan Abu Mahdzurah, syahadat disebut kembali; petikan pendek ini dibaca bersama susunan lengkap pada sumber.

Kaitan dengan bait

Riwayat mengajarkan susunan azan; syarat pelaku dan kesinambungan dijelaskan dalam fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan tertib dan wala?

Lihat pembahasan jawaban

Tertib menjaga urutan lafaz, sedangkan wala menjaga kesinambungan rangkaiannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

شرطهما الولا

syarat keduanya kesinambungan

وترتيب ظهر

dan urutan yang jelas

وفي مؤذن

dan pada muazin

مميز ذكر

mampu membedakan dan laki-laki

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

شَرطُهُمَا الوِلا وترتيبٌ ظَهَرْ

Buka penggal 2

وفي مُؤذِّنٍ مُمَيِّزٍ ذَكَرْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 278 — Urutan azan dan kualifikasi dasar muazinNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan