Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Azan dan iqamah · Bait 279 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- أسلم
- yang berislam
- والمؤذن المرتب
- dan muazin yang ditetapkan tetap
- معرفة الأوقات
- mengetahui waktu-waktu
- لا المحتسب
- bukan pelaksana sukarela yang bukan petugas tetap
Terjemahan bait 279
Yang berislam; muazin yang ditetapkan tetap perlu mengetahui waktu-waktu, berbeda dari pelaksana sukarela yang bukan petugas tetap.
Syarah · keterangan lengkap
Syarat Islam melengkapi bait sebelumnya
Kata aslama meneruskan sifat muazin pada 278. Matan sedang menjelaskan kelayakan tindakan ibadah, bukan membahas tata hubungan sosial dengan pemeluk agama lain. Baca satu rangkaian agar syarat pelaku tidak terpisah dari azan yang sedang dijelaskan.
Tanggung jawab petugas tetap
Orang yang ditetapkan menjadi muazin tetap perlu mengetahui waktu salat karena jamaah bergantung pada panggilannya. Pengetahuan itu mencakup cara memastikan waktu secara dapat dipercaya. Dalam penggunaan jadwal, pengaturan lokasi, tanggal, dan jam perlu benar; sekadar menyalakan pengeras suara tanpa memeriksa waktu tidak memenuhi tujuan tanggung jawab tersebut.
Pelaksana sesekali tetap memastikan waktu
La al-muhtasib tidak berarti sukarelawan boleh azan pada jam yang tidak diketahui. Syarah membedakan syarat mengangkat petugas tetap dari sahnya azan seseorang yang telah mengetahui waktu memang masuk pada kesempatan itu. Jadi keluasan pada penugasan tidak menghapus kepastian waktu untuk azan yang dilakukan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
أسلم والمؤذن المرتب
أسلم melengkapi sifat pelaku pada 278; المؤذن المرتب membuka pembahasan petugas yang ditunjuk tetap.
معرفة الأوقات لا المحتسب
معرفة الأوقات syarat yang dipahami bagi pengangkatan petugas; لا المحتسب membedakan pelaksana yang tidak memegang jabatan tetap.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melengkapi syarat pelaku pada 278 sebelum berpindah ke sunah cara azan pada 280–283.
Intisari & faedah
- Muazin tetap memerlukan pengetahuan waktu karena memikul tugas berulang.
- Muazin sesekali tetap harus memastikan waktu telah masuk.
Contoh penerapan
Keadaan
Sukarelawan diminta azan sekali dan mempunyai kepastian waktu dari jadwal setempat yang benar.
Cara memahami
Ia dapat memahami perbedaan tugas sesekali dan pengangkatan petugas tetap.
Batas penerapan
Tidak boleh menafsirkan pengecualian sebagai izin azan tanpa mengetahui masuknya waktu.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 631
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
وصلوا كما رأيتموني أصلي فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم
Inti makna
Nabi mengajarkan meneladani cara salat beliau dan mengumandangkan azan ketika waktu tiba.
Kaitan dengan bait
Panggilan azan dalam riwayat dikaitkan dengan datangnya waktu salat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah muhtasib boleh azan tanpa memastikan waktu telah masuk?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Yang dibedakan ialah syarat penugasan tetap, bukan kepastian waktu pada pelaksanaan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أسلم
yang berislam
والمؤذن المرتب
dan muazin yang ditetapkan tetap
معرفة الأوقات
mengetahui waktu-waktu
لا المحتسب
bukan pelaksana sukarela yang bukan petugas tetap
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
أسلَمَ والمُؤذِّنِ المُرَتَّبِ
Buka penggal 2
معرِفَةُ الأوقاتِ لا المُحْتَسِبِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 279 — Islam dan pengetahuan waktu bagi muazin tetapNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.