Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Azan dan iqamah · Bait 280 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وسنة ترتيله
- dan disunahkan melafalkannya teratur
- بعج
- dengan suara lantang
- والخفض في إقامة
- dan merendahkan suara pada iqamah
- بدرج
- dengan rangkaian lebih cepat
Terjemahan bait 280
Disunahkan melagukan secara teratur dengan suara lantang, serta merendahkan suara iqamah dengan rangkaian lebih cepat.
Syarah · keterangan lengkap
Tartil menjaga kejelasan
Tartil pada azan berarti melafalkan kata secara jelas dan tidak tergesa, dengan jeda yang membantu pendengar mengenali kalimatnya. Syarah menolak pemanjangan yang berlebihan sampai merusak lafaz. Keindahan suara boleh mendukung panggilan, tetapi tidak mengubah huruf dan makna demi gaya melodi.
Suara sesuai fungsi panggilan
Suara azan dinaikkan agar panggilan terdengar. Anjuran ini dipahami sesuai kemampuan dan sarana yang digunakan, bukan kewajiban memaksa tenggorokan atau membuat bunyi menyakitkan. Tujuan keterdengaran membantu menentukan cara yang jelas, tertib, dan memperhatikan orang di sekitar.
Iqamah lebih ringkas dan mengalir
Iqamah dibaca dengan tempo lebih cepat dan suara lebih rendah dibanding azan menurut matan, karena menandai jamaah yang sudah siap. Lebih cepat tidak berarti menelan huruf atau menghapus urutan. Kedua panggilan tetap mempunyai lafaz yang harus jelas. Dengan membedakan fungsi, pelajar memahami mengapa gaya pelafalannya tidak sepenuhnya sama.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 79. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وسنة ترتيله بعج
سنة khabar yang menyatakan anjuran, ترتيله pokok perbuatan; بعج menjelaskan suara yang dinaikkan.
والخفض في إقامة بدرج
الخفض di‘athafkan pada perbuatan sunah; في إقامة lingkupnya, بدرج cara membaca lebih cepat.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Sesudah syarat 278–279, matan mulai sifat sunah azan-iqamah yang diteruskan pada 281–283.
Intisari & faedah
- Tartil azan menjaga kejelasan tanpa pemanjangan yang merusak.
- Iqamah lebih cepat tetapi tetap jelas dan berurutan.
Contoh penerapan
Keadaan
Muazin memperpanjang nada hingga huruf berubah dan sulit dipahami.
Cara memahami
Ia mengutamakan lafaz yang benar serta suara yang jelas.
Batas penerapan
Kecepatan iqamah juga tidak membenarkan hilangnya huruf.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 379
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ثم يعود فيقول
Inti makna
Dalam pengajaran azan Abu Mahdzurah, syahadat disebut kembali; petikan pendek ini dibaca bersama susunan lengkap pada sumber.
Kaitan dengan bait
Riwayat susunan lafaz azan menjadi dasar kejelasan panggilan; perbedaan tempo dibahas dalam syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah membaca iqamah lebih cepat berarti boleh mengaburkan huruf?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Kejelasan dan urutan tetap dijaga.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وسنة ترتيله
dan disunahkan melafalkannya teratur
بعج
dengan suara lantang
والخفض في إقامة
dan merendahkan suara pada iqamah
بدرج
dengan rangkaian lebih cepat
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وسُنَّةٌ تَرْتيلُه بِعَجِّ
Buka penggal 2
والخَفْضُ في إقامَةٍ بدَرْجِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 280 — Azan yang jelas dan iqamah yang lebih cepatNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.