Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Azan dan iqamah · Bait 284 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- لكنه يبدل
- namun ia mengganti
- لفظ الحيعله
- lafaz hai‘alah
- إذا حكى أذانه
- ketika menirukan azannya
- بالحوقله
- dengan hauqalah
Terjemahan bait 284
Namun ia mengganti lafaz hai‘alah dengan hauqalah ketika menirukan azannya.
Syarah · keterangan lengkap
Jawaban khusus dua panggilan
Ketika muazin mengucapkan hayya ‘ala ash-shalah atau hayya ‘ala al-falah, pendengar menjawab la hawla wa la quwwata illa billah. Inilah hauqalah yang disebut matan. Jadi kalimat ajakan tidak dijawab dengan membuat ajakan baru kepada orang lain, melainkan pengakuan kebutuhan kepada pertolongan Allah.
Makna yang dihadirkan
Hauqalah menyatakan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Dalam konteks azan, pendengar menyadari bahwa memenuhi panggilan ibadah juga memerlukan pertolongan-Nya. Mengerti makna membantu jawaban tidak menjadi sekadar tiruan bunyi. Lafaz dibaca pada tempatnya setelah panggilan yang berkaitan, bukan dicampur dengan semua kalimat azan.
Menjaga konteks pendengar
Syarah membedakan orang yang sedang membaca biasa dari yang sedang salat. Orang dalam salat tidak menyisipkan ucapan ajakan atau jawaban percakapan yang merusak salat; anjuran jawaban sesudah selesai mempunyai rincian. Sesudah azan juga ada selawat dan doa yang diajarkan. Bait ini menutup adab panggilan sebelum kembali ke sunah gerakan pembuka salat.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 81. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لكنه يبدل لفظ الحيعله
لكن memberi pengecualian; يبدل fi‘il, لفظ الحيعلة objek yang diganti oleh pendengar.
إذا حكى أذانه بالحوقله
إذا keterangan saat menjawab, أذانه objek حكى; بالحوقلة pengganti lafaz hai‘alah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Pengecualian jawaban melengkapi 283 dan menutup rangkaian azan sebelum takbir pembuka pada 285.
Intisari & faedah
- Hai‘alah dijawab dengan hauqalah.
- Anjuran menjawab dibaca sesuai keadaan pendengar, terutama ketika sedang salat.
Contoh penerapan
Keadaan
Pendengar hendak menjawab hayya ‘ala ash-shalah dengan lafaz yang sama.
Cara memahami
Ia mempelajari jawaban khusus la hawla wa la quwwata illa billah.
Batas penerapan
Tidak menyisipkan ucapan yang bukan bacaan salat ketika sedang salat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 385
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ثم قال حي على الصلاة قال لا حول ولا قوة إلا بالله
Inti makna
Riwayat menerangkan jawaban hauqalah ketika mendengar hai‘alah.
Kaitan dengan bait
Riwayat menjelaskan jawaban hauqalah pada dua hai‘alah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa jawaban ketika mendengar hayya ‘ala al-falah?
Lihat pembahasan jawaban
La hawla wa la quwwata illa billah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
لكنه يبدل
namun ia mengganti
لفظ الحيعله
lafaz hai‘alah
إذا حكى أذانه
ketika menirukan azannya
بالحوقله
dengan hauqalah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
لكنَّهُ يُبْدِلُ لَفْظَ الحَيْعَلَهْ
Buka penggal 2
إذا حَكَى أذانَهُ بالحَوْقَلَهْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 284 — Hauqalah ketika menjawab hai‘alahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.