Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 285
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah pembuka dan bacaan salat · Bait 285 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والرفع لليدين
dan mengangkat kedua tangan
في الإحرام سن
disunahkan saat takbir pembuka
بحيث الإبهام
sehingga ibu jari
حذا شحم الأذن
sejajar cuping telinga
Terjemahan bait 285

Mengangkat kedua tangan saat takbir pembuka disunahkan, sehingga ibu jari sejajar dengan cuping telinga.

Syarah · keterangan lengkap

Gerakan sunah di awal salat

Sesudah azan dan iqamah, pembahasan kembali ke sunah di dalam salat. Mengangkat tangan menyertai takbiratul ihram, tetapi gerak tangan itu dibedakan dari takbir pembukanya. Takbir adalah rukun, sedangkan mengangkat tangan termasuk penyempurna; orang yang tidak mengangkat tidak langsung dianggap belum memulai salat.

Ukuran menurut penjelasan syarah

Syarah menghubungkan sejajar bahu dalam riwayat dengan rincian telapak sekitar bahu, ibu jari sejajar cuping, dan ujung jari lebih tinggi. Ukuran ini dipahami secara wajar menurut bentuk tubuh. Tidak perlu mengukur sudut atau jarak dengan teliti hingga mengganggu niat dan ketenangan memulai.

Kemampuan dan variasi tuntunan

Jika tangan sakit atau tidak dapat diangkat, sunah dilakukan sesuai kemampuan tanpa membahayakan. Riwayat dan mazhab menjelaskan variasi posisi yang dikenal; pelajaran ini memaparkan pilihan matan. Fokusnya membantu pelajar meniru dengan benar, bukan menilai setiap selisih kecil tinggi tangan orang lain sebagai kesalahan yang merusak salat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 81. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والرفع لليدين في الإحرام سن

الرفع pokok pembahasan; سن pasif menyatakan anjuran, لليدين وفي الإحرام menerangkan anggota dan saatnya.

بحيث الإبهام حذا شحم الأذن

بحيث memberi ukuran; الإبهام sejajar حذا شحم الأذن, yakni cuping telinga.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الرفع

Akar
ر ف ع
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar رفع, mengangkat.

الإبهام

Akar
ب ه م
Pola / bentuk
إِفْعَال sebagai nama anggota

Isim untuk ibu jari; arti anatomisnya tidak ditentukan hanya dari akar.

Hubungan bait

Sunah ini menyertai rukun takbir pada 254–257; cara jari dan waktunya dilanjutkan pada 286.

Intisari & faedah
  1. Takbir pembuka rukun, mengangkat tangan adalah sunah.
  2. Ukuran tangan dipahami secara wajar dan sesuai kemampuan.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang tidak dapat mengangkat satu tangan karena sakit.

Cara memahami

Ia tetap bertakbir dan melaksanakan salat dengan bagian sunah yang mampu.

Batas penerapan

Keterbatasan tangan tidak menggugurkan takbir pembuka.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 735

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

كان يرفع يديه حذو منكبيه إذا افتتح الصلاة

Inti makna

Nabi mengangkat tangan sejajar bahu ketika memulai salat; riwayat juga menyebut saat rukuk dan bangkit.

Kaitan dengan bait

Riwayat Ibn Umar menjelaskan mengangkat tangan sejajar bahu ketika membuka salat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah tidak mengangkat tangan otomatis membuat takbiratul ihram tidak sah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kedudukan gerak tangan yang sunah dibedakan dari takbir yang rukun.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والرفع لليدين

dan mengangkat kedua tangan

في الإحرام سن

disunahkan saat takbir pembuka

بحيث الإبهام

sehingga ibu jari

حذا شحم الأذن

sejajar cuping telinga

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والرَّفْعُ لليدين في الإحرامِ سُنْ

Buka penggal 2

بحيثُ الابهامُ حِذَا شَحْمِ الأُذُنْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 285 — Mengangkat tangan saat takbiratul ihramNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan