Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 286
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah pembuka dan bacaan salat · Bait 286 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مكشوفة
dalam keadaan terbuka
وفرق الأصابعا
dan renggangkan jari-jari
ويبتدي التكبير
dan memulai takbir
حين رفعا
ketika mulai mengangkat
Terjemahan bait 286

Dengan telapak terbuka, renggangkan jari-jari secara wajar; mulailah takbir ketika mulai mengangkat.

Syarah · keterangan lengkap

Telapak yang tidak tertutup

Matan menganjurkan kedua telapak terbuka ketika diangkat. Ini sifat sunah, bukan syarat bahwa semua penutup medis atau perlindungan tangan harus dilepas. Pelaksanaan tetap memperhatikan kemampuan dan kebutuhan. Kata terbuka di sini juga tidak diartikan memaksa membuka bagian aurat lain yang tidak sedang dibahas.

Jari direnggangkan sedang

Syarah menjelaskan renggangan sedang, tidak menempel kaku dan tidak pula dibuka selebar mungkin. Cara ini membantu gerak yang wajar. Pelajar tidak perlu sibuk memastikan setiap sela jari sama panjang; yang diperhatikan ialah mengikuti bentuk anjuran tanpa ketegangan berlebihan.

Gerakan menyertai takbir

Anjuran memulai takbir ketika mulai mengangkat menjaga keselarasan gerak dan ucapan. Ini dibedakan dari kebersamaan niat dengan takbir pada 255–257, yang mempunyai pembahasan rukun. Jika gerakan tangan tidak sempurna selaras, jangan otomatis mengulang takbir yang sudah sah. Pelaksanaan sunah dipelajari untuk menyempurnakan, bukan menciptakan syarat baru.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 81. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مكشوفة وفرق الأصابعا

مكشوفة keadaan telapak pada 285; فرق perintah dan الأصابع objek, dengan alif rima.

ويبتدي التكبير حين رفعا

يبتدي fi‘il, التكبير objek; حين رفع keterangan saat mulai mengangkat tangan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مكشوفة

Akar
ك ش ف
Pola / bentuk
مَفْعُولَة

Isim maf‘ul feminin, dalam keadaan terbuka.

فرق

Akar
ف ر ق
Pola / bentuk
فَعِّلْ

Perintah فرّق, merenggangkan atau memisahkan.

Hubungan bait

Melengkapi bentuk angkat tangan pada 285, dengan pengulangan saat rukuk dan iktidal pada 287.

Intisari & faedah
  1. Renggangan jari yang dianjurkan bersifat sedang dan wajar.
  2. Keselarasan tangan tidak dijadikan syarat tambahan bagi sahnya takbir.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar merasa angkat tangannya sedikit terlambat dan ingin mengulang takbir yang sudah sah.

Cara memahami

Ia memahami perbedaan sunah gerakan dan rukun pembuka.

Batas penerapan

Latihan memperbaiki gerak tidak perlu menumbuhkan pengulangan tanpa alasan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 735

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

كان يرفع يديه حذو منكبيه إذا افتتح الصلاة

Inti makna

Nabi mengangkat tangan sejajar bahu ketika memulai salat; riwayat juga menyebut saat rukuk dan bangkit.

Kaitan dengan bait

Dasar angkat tangan pada pembukaan salat; rincian telapak dan jari diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah sedikit ketidaksamaan waktu gerak tangan selalu mengharuskan mengulang takbir?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Sunah keselarasan gerak dibedakan dari sahnya takbir.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مكشوفة

dalam keadaan terbuka

وفرق الأصابعا

dan renggangkan jari-jari

ويبتدي التكبير

dan memulai takbir

حين رفعا

ketika mulai mengangkat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مكشوفَةً وفَرِّقِ الأصابِعَا

Buka penggal 2

ويَبْتَدِي التكبيرَ حينَ رَفَعَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 286 — Telapak terbuka dan waktu mengangkat tanganNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan