Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 288
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah pembuka dan bacaan salat · Bait 288 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أسفل صدر
di bawah dada
ناظرا محلا سجوده
memandang tempat sujudnya
وجهت وجهي الكلا
membaca wajjahtu wajhiya selengkapnya
Terjemahan bait 288

Di bawah dada, memandang tempat sujud; membaca “wajjahtu wajhiya” selengkapnya.

Syarah · keterangan lengkap

Menyelesaikan posisi tangan

Di bawah dada menerangkan tempat tangan kanan dan kiri yang disebut pada 287. Penjelasan ini mengikuti pilihan matan dalam sunah postur. Perbedaan letak tangan dalam riwayat dan mazhab tidak langsung memengaruhi sahnya salat; pelajar memahami bentuk yang dipelajari tanpa menjadikannya rukun baru.

Pandangan yang membantu perhatian

Memandang tempat sujud dianjurkan untuk membantu konsentrasi. Syarah mengecualikan pandangan ketika tasyahud yang berkaitan dengan jari telunjuk. Anjuran ini tidak berarti setiap gerak mata sesaat pasti membatalkan salat. Hindari pula gerak berlebihan yang membuat perhatian terus berpindah tanpa kebutuhan.

Doa pembuka setelah takbir

Wajjahtu wajhiya menunjuk doa iftitah yang dikenal dari riwayat. Syarah juga menyebut bentuk doa pembuka lain yang sahih, sehingga tidak harus menganggap hanya satu lafaz yang mungkin diamalkan. Iftitah merupakan sunah; makmum yang waktunya terbatas untuk Al-Fatihah memperhatikan kewajiban bacaannya. Doa pembuka tidak menggantikan Al-Fatihah sebagai rukun.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 82. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أسفل صدر ناظرا محلا سجوده

أسفل صدر keterangan tempat tangan; ناظرا حال pelaku, محل سجوده objek pandangan dengan idhafah.

وجهت وجهي الكلا

وجهت وجهي petikan awal doa; الكلا menunjukkan membaca rangkaian lengkap yang dirujuk, dengan alif rima.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ناظرا

Akar
ن ظ ر
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il نظر, memandang.

وجهت

Akar
و ج ه
Pola / bentuk
فَعَّلْتُ

Madhi orang pertama وجّه, aku menghadapkan.

Hubungan bait

Letak tangan melengkapi 287; doa pembuka diikuti ta‘awuz dan amin pada 289.

Intisari & faedah
  1. Letak tangan dan arah pandangan termasuk penyempurna salat.
  2. Iftitah sunah dan tidak menggantikan kewajiban Al-Fatihah.
Contoh penerapan

Keadaan

Makmum masuk terlambat lalu ingin membaca iftitah panjang padahal imam hampir rukuk.

Cara memahami

Ia memperhatikan prioritas Al-Fatihah dan ketentuan masbuk.

Batas penerapan

Keutamaan doa pembuka tidak mengalahkan bacaan rukun.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 771a

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

وجهت وجهي للذي فطر السموات والأرض حنيفا

Inti makna

Riwayat Ali memuat doa pembuka dengan menghadapkan diri kepada Pencipta langit dan bumi, dilanjutkan lafaz lengkap pada sumber.

Kaitan dengan bait

Riwayat Ali memuat doa pembuka wajjahtu wajhiya dan zikir salat lainnya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah hanya doa iftitah wajjahtu wajhiya yang diakui syarah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Syarah juga menyebut beberapa doa pembuka lain yang bersumber dari riwayat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أسفل صدر

di bawah dada

ناظرا محلا سجوده

memandang tempat sujudnya

وجهت وجهي الكلا

membaca wajjahtu wajhiya selengkapnya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أسفَلَ صَدرٍ ناظِرَا مَحَلا

Buka penggal 2

سُجودِهِ وَجَّهْتُ وجهي الكُلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 288 — Letak tangan, arah pandangan, dan doa iftitahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan