Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 289
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah pembuka dan bacaan salat · Bait 289 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وكل ركعة
dan setiap rakaat
تعوذ يسر
ta‘awuz dibaca pelan
ومع إمامه
dan bersama imamnya
بآمين جهر
mengeraskan amin
Terjemahan bait 289

Pada setiap rakaat, ta‘awuz dibaca pelan; bersama imamnya, amin dikeraskan pada salat jahr.

Syarah · keterangan lengkap

Memohon perlindungan sebelum bacaan

Ta‘awuz ialah memohon perlindungan kepada Allah dari setan sebelum membaca Al-Qur’an. Dalam penjelasan matan, ia disunahkan pada setiap rakaat dan dibaca pelan, termasuk dalam salat yang bacaan Al-Fatihahnya dikeraskan. Ini dibedakan dari doa iftitah yang ditempatkan pada pembukaan salat.

Amin menjawab doa Al-Fatihah

Amin berarti memohon agar doa dikabulkan. Ia diucapkan setelah Al-Fatihah, bukan bagian ayat terakhir surah tersebut. Makmum dianjurkan menyertai amin imam menurut tuntunan, dan pada salat jahr mengeraskannya sebagaimana dijelaskan syarah. Keselarasan dilakukan secara wajar berdasarkan akhir bacaan imam.

Tidak mencampur semua tingkat suara

Pelannya ta‘awuz tidak berarti bacaan surah yang seharusnya jahr harus selalu pelan, dan kerasnya amin tidak berarti semua doa salat dikeraskan. Setiap bacaan memiliki ketentuan tempat dan suaranya. Bait 290 meneruskan pembahasan jahr-sirr secara umum, sehingga pembaca dapat membedakan tiga hal: jenis bacaan, posisi, dan kadar suara.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 82. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وكل ركعة تعوذ يسر

كل ركعة keterangan pengulangan; تعوذ pokok yang diterangkan dan يسر pasif, dibaca lirih.

ومع إمامه بآمين جهر

مع إمامه kebersamaan dengan imam; بآمين terkait جهر, dengan konteks salat jahr dijelaskan syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تعوذ

Akar
ع و ذ
Pola / bentuk
تَفَعُّل

Masdar تعوّذ, memohon perlindungan.

جهر

Akar
ج ه ر
Pola / bentuk
فَعَلَ

Madhi جهر, mengeraskan suara.

Hubungan bait

Ta‘awuz mengikuti iftitah 288; amin berkaitan dengan pengecualian kesinambungan pada 266 dan suara bacaan pada 290.

Intisari & faedah
  1. Ta‘awuz disunahkan setiap rakaat dengan suara pelan.
  2. Amin bukan bagian dari teks Al-Fatihah.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengira amin harus masuk ke jumlah ayat Al-Fatihah.

Cara memahami

Ia membedakan respons doa dari teks surah yang dibaca.

Batas penerapan

Tingkat suara mengikuti jenis bacaan dan salat, bukan disamaratakan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

An-Nahl 16:98

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Rincian hukum dibaca melalui syarah.

Baca teks ayat

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Inti makna

Ketika membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan memohon perlindungan ketika membaca Al-Qur’an.

Buka sumber lengkap ↗

Shahih al-Bukhari 780

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

إذا أمن الإمام فأمنوا

Inti makna

Ketika imam mengucapkan amin, makmum mengikuti amin, dengan keutamaan yang diterangkan riwayat.

Kaitan dengan bait

Riwayat menganjurkan amin bersama imam dan menjelaskan keutamaannya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah amin termasuk ayat Al-Fatihah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Amin adalah respons doa setelah bacaan Al-Fatihah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وكل ركعة

dan setiap rakaat

تعوذ يسر

ta‘awuz dibaca pelan

ومع إمامه

dan bersama imamnya

بآمين جهر

mengeraskan amin

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وكُلَّ ركعةٍ تَعَوُّذٌ يُسَرْ

Buka penggal 2

ومَعْ إمامِهِ بآمينَ جَهَرْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 289 — Ta‘awuz dan amin bersama imamNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan